JAKARTA – Matatelinga, Kementrian Luar Negeri Republik Indonesia menyatakan siap untuk melakukan evakuasi warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Yaman.Dalam konferensi pers pada Rabu, 18 Februari, Kementrian Luar Negeri menyatakan telah memulai rencana evakuasi warga negara Indonesia (WNI) yang ada di Yaman. Langkah ini diambil karena keadaan di Yaman, terutama ibu kota Sanaa yang semakin tidak menentu.Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Sanaa akan terus mengeluarkan peringatan kepada WNI di Yaman, agar segera masuk ke safehouse yang telah disediakan oleh KBRI apabila keadaan di daerah mereka tinggal mulai tidak aman. Kementrian Luar Negeri juga telah mengeluarkan travel warning bagi warga Indonesia yang berniat mengunjungi Yaman.Pemerintah Indonesia telah memulai rencana evakuasi bagi WNI di Yaman. Bagi warga Indonesia yang berada di Yaman yang merasa lingkungannya tidak aman diharapkan segera mendaftar ke KBRI untuk selanjutnya dievakuasi.Koordinator Satuan Tugas Pemulangan WNI Yaman, Gatot Abdullah Mansyur, mengatakan KBRI sudah memetakan rute-rute yang memungkinkan untuk melakukan evakuasi tersebut, baik melalui darat, laut, maupun udara.“Pendaftaran dibuka kemarin, pemerintah akan mengeluarkan berapapun adanya (warga negara) yang ada di sana. Prioritas akan diberikan kepada warga negara yang rentan ibu-ibu, usia tua, wanita hamil, dan anak-anak,” kata Gatot, Rabu (18/2/2015).Gatot juga menyatakan KBRI Sanaa telah memetakan safehouse yang ada di Yaman. Untuk kota Sanaa, terdapat tiga safehouse yang bisa digunakan, yaitu; Wisma Duta, Kantor Kedutaan Besar, dan Sekretariat Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI). Himbauan juga disampaikan pada WNI untuk tidak mengikuti aktivitas politik praktis di YamanKementrian Luar Negeri mencatat lebih dari 4000 orang WNI tinggal di Yaman. Sebagian besar adalah pelajar dan tenaga kerja Indonesia (TKI).Sejak mundurnya Presiden Abd-Rabbu Mansour Hadi 22 Januari lalu, kekuasaan Yaman dipegang oleh kelompok Houthi. Selain kelompok Houthi, Al Qaeda dan dan pejuang Sunni juga sering berkonflik di Yaman. PBB telah memberi peringatan mengenai kemungkinan pecahnya perang sipil di Yaman, dan menyerukan pembicaraan damai yang lebih intensif di antara pihak-pihak yang berseteru. Dilansir laman okezone.com, Rabu (18/2/2015)(Fit)