JAKARTA - Matatelinga, Usai memberangkatkan 800 prajurit TNI ke Darfur, Sudan, Panglima TNI, Jenderal Moeldoko menargetkan, sebanyak 4 ribu personel TNI akan ikut terlibat dalam misi perdamaian dunia pada 2016 mendatang. Hal tersebut dapat mengangkat pamor TNI menjadi bagian dari 10 negara pengirim pasukan perdamaian terbanyak. "Targetnya kita kirim 4 ribu pasukan, karena itu kontribusi ke dunia soal perdamaian," ujar Moeldoko di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (18/2/2015). Moeldoko menambahkan, pengalaman prajurit akan bertambah karena bertemu dengan pasukan dari negara-negara lain ketika menjadi pasukan perdamaian. Jika hal itu terwujud, tentunya TNI dapat lebih siap dalam melakukan pengamanan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)."Biar tidak seperti katak dalam tempurung. Biar mereka bisa mawas diri. Itu kan juga bagian dari kesiap-siagaan prajurit," imbuhnya.Mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) itu membantah, kalau pengiriman pasukan ke luar negeri dapat mengancam keamanan di dalam negeri. Sebab, jumlah pasukan TNI saat ini ada 500 ribu prajurit."Tidak ada masalah, karena jumlah pasukan kita 500 ribu. Jadi soal dalam negeri tetap jadi prioritas," bebernya.Menurut Moeldoko, dalam waktu dekat TNI akan mengirimkan satu batalyon pasukan untuk misi perdamaian ke Angola. Dirinya mengaku butuh waktu dua minggu untuk menyiapkan prajurit yang akan diberangkatkan ke salah satu negara di Afrika itu."Kita mau kirim juga ke Angola. Kita diminta PBB, stand by force setiap saat bisa bisa kita gunakan, target dua minggu cukup untuk menyiapkan satu batalyon pasukan," pungkasnya. Seperti dilansir laman okezone.com, Rabu (18/2/2015)(Fit)