Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
Sangat Disesalkan Pernyataan Kontroversi Tony Abbott Tukar Nyawa Bali Nine Dengan Ungkit Bantuan Tsunami
Pernyataan Kontroversi Tony Abbott

Sangat Disesalkan Pernyataan Kontroversi Tony Abbott Tukar Nyawa Bali Nine Dengan Ungkit Bantuan Tsunami

Admin - Kamis, 19 Februari 2015 09:37 WIB
google
PM Australia Tony Abbott
JAKARTA - Matatelinga, Pernyataann PM Australia, Tony Abbott, yang mengaitkan bantuan Australia kepada Indonesia pasca Tsunami di Aceh untuk pembatalan pelaksanaan hukuman mati atas dua warganya dalam waktu dekat patut disesalkan.

Dalam siaran pers, Kamis (19/2/2015), Guru Besar Hukum Internasional UI, Hikmahanto Juwana, menyebutkan ada tiga alasan pernyataan Tony Abbott patut disesalkan.

Pertama, Tony Abbott memberi persepsi yang salah terhadap bantuan yang diberikan oleh Australia. Australia seolah tidak tulus dan ikhlas dalam menyampaikan bantuan. Bantuan diberikan seolah untuk menciptakan ketergantungan Indonesia terhadap Australia. Dan saat ini ketika ada kepentingan Australia ketergantungan itu yang digunakan.

"Ini akan menguatkan opini dari publik Indonesia bahwa bantuan dari luar negeri sudah dapat dipastikan terselip kepentingan. Tidak ada makan siang yang gratis (there is no free lunch)," ujarnya.

Kedua, Tony Abbott bukanlah PM atau pengambil kebijakan ketika Australia memberi bantuan ke Indonesia pasca Tsunami. Kemungkinan saat itu pemberian bantuan ke Indonesia dilakukan secara tulus. Namun sekarang telah disalah-manfaatkan oleh Abbott seolah bantuan tersebut dapat ditukar dengan pembatalan pelaksanaan hukuman mati.

Terakhir, dalam pernyataan Abbott ketika Australia memberi bantuan pasca Tsunami ada warga Australia yang meninggal seolah ingin ada barter nyawa.

Tidak seharusnya nyawa warga Australia yang memberi bantuan di Aceh dibarter dengan nyawa 2 warga Australia yang akan menjalani hukuman mati karena malakukan kejahaatan yang serius di Indonesia.

Namun demikian Indonesia harus bersikap memahami mengapa Tony Abbott mengeluarkan pernyataan kontroversial tersebut.

Ini tidak lepas dari upaya yang harus dilakukan oleh pemerintah Australia di menit-menit terakhir menjelang pelaksanaan hukuman mati dua warganya. Jurus Dewa Mabuk pun dilakukan.

Disamping itu, konstelasi perpolitikan internal mengharuskan Abbott untuk memiliki keunggulan untuk berbuat agar ia dapat mempertahankan kursi perdana menterinya. Isu pelaksanaan hukuman mati di Indonesia telah dijadikan komoditas politik oleh para politisi Australia. Seperti dilansir laman detik.com, Kamis (19/2/2015)

(Fit)


Tag:

Berita Terkait

Nasional

Wartawan Matatelinga.com Raih Penghargaan PMI Labuhanbatu

Nasional

Matatelinga.com Meraih Juara Satu, Pembaca dan Pengunjung Terbanyak Pemberitaan Polda Sumut

Nasional

PWI Labuhanbatu Akan Gelar Konferensi IX, Panitia Pelaksana Terbentuk

Nasional

14 Tahun Matatelinga, Menapaki Anak Tangga Tak Perlu Harus Melompat

Nasional

Semarak Syukuran HUT ke-14 matatelinga.com dan Peresmian Kantor Advokat Amrizal SH MH

Nasional

Hore.....Harga Emas Turun ke Angka Rp2.104.000 dari Harga Rp2.105.000 per gram