BEKASI - Matatelinga, Kapolda Metro Jaya, Irjen Unggung Cahyono mengatakan, motif tersangka, Eko Suprapto melakukan aksi teror bom kepada seorang pengusaha las, Cece, lantaran sakit hati. Penyebabnya, karena anaknya diperkosa oleh Cece sebanyak dua kali."Tidak ada kaitannya dengan teror yang menjurus seperti sebelum-sebelumnya. Ini motifnya karena sakit hati, dendam pribadi," kata Unggung di Polresta Bekasi Kota, Kamis (26/2/2015).Menurut dia, aksi balas dendam itu dengan cara mengirimkan paket bom dengan daya ledak rendah. Bom rakitan sendiri tersebut akan meledak jika dibuka."Ada detonator, timer, ada bahan peledaknya. Bom buatan rumah itu anti sentuh dan goyang," kata dia.Namun pada saat itu, penerimanya segera melaporkan ke polisi. Soalnya, si penerima ketakutan lantaran benda yang dikirim dengan dibungkus kertas kado tersebut mencurigakan. "Akhirnya diledakkan oleh Gegana," kata Unggung.Kasat Reskrim Polresta Bekasi Kota, Kompol Ujang Rohanda mengatakan, peristiwa pemerkosaan yang dilakukan oleh Cece ketika anak pelaku teror masih berusia sekitar 14 tahun atau lima tahun lalu. Cece saat itu berprofesi sebagai tukang las keliling."Ketemu anaknya si E (Eko), diajak jalan-jalan, lalu diperkosa di hotel Trans Tambun," kata Ujang.Cece sendiri yang menjadi korban teror tak luput dari jerat hukum. Cece ditangkap karena kasus pemerkosaan dan kini ditahan penyidik Unit PPA Polresta Bekasi Kota. Demikian dilansir laman merdeka.com, Kamis (26/2/2015)(Fit)