JAKARTA - Matatelinga, Setelah badan pesawat AirAsia QZ 8501 berada di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Badan SAR Nasional (Basarnas) langsung menggelar berita acara serah-terimanya ke Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).
Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Henry Bambang Soelistyo mengatakan, proses penyerahan pesawat tersebut adalah momentum akhir skenario pencarian pesawat milik Malaysia itu."Kita harus bersyukur kepada Tuhan, hari ini bersama-sama menyaksikan pengujung dari skenario pencarian pesawat AirAsia," ujar Soelistyo di Demaga 001 Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Senin (2/3/2015).TNI bintang tiga itu juga tak lupa menyampaikan rasa terima kasih kepada Tim SAR Gabungan, lantaran telah bekerja maksimal untuk melakukan pencarian korban pesawat tersebut."Kita ucapakan terima kasih dan penghargaan setingginya ke SKK Migas dan jajajaran, kru Crest Onixy, kru KM Pacitan, penyelam Basarnas, geosurvei, KNKT, dan semua ini keberhasilan dari team work dari Basarnas termasuk di TNI dan Polri," jelasnya.Sementara Ketua KNKT Tatang Kurniadi mengatakan bahwa hari ini merupakan bagian sejarah bagi Basarnas dan KNKT, karena telah mampu menjawab pertanyaan dari masyarakat serta pihak asing dalam upaya pencarian korban dan penemuan bangkai pesawat tersebut."Ini adalah satu kebanggaan terbesar. Ini luar biasa, bagaimana pertanyaan internasional sudah kita jawab," katanya.Merujuk pada data dari KNKT, setidaknya kecelakaan pesawat terbang telah berkurang sebesar 60 persen. Tatang mengatakan, ini adalah sebuah penghargaan besar bagi Indonesia karena mengutamakan keselamatan dalam bertransportasi."Tahun 2007 sampai sekarang tingkat kecelakaan transportasi udara sudah turun menjadi turun 60 persen, meski masih ada kecelakaan," jelasnya.Setelah serah-terima badan pesawat tersebut, Basarnas juga memberi piagam penghargaan kepada 400 anggota Tim SAR Gabungan yang sudah bekerja maksimal dalam upaya kemanusiaan tersebut. Demikian dilansir laman okezone.com, Senin (2/3/2015)(Fit)