CILACAP - Matatelinga, Warga Negara Spanyol yang turut menjadi terpidana mati di Lembaga Pemasyarakatan Nusakambangan, Raheem Agbaje Salami, berharap mendapat mukjizat yang bisa membebaskannya dari ancaman hukuman mati."Dia pasrah pada Tuhan dan berharap mukjizat. Raheem sekarang sangat aktif di gereja," kata konsultan hukum Raheem, Ursa Supit, di Dermaga Wijayapura, Tambakreja, Cilacap, Jawa Tengah, Kamis (5/3/2015).Menurut Ursa Supit, Raheem kelihatan cukup tabah dengan ancaman eksekusi. Sehari-hari di dalam penjara, kata Ursa Supit, dia rajin membawa Alkitab."Dia tidak kelihatan shock. Alkitab boleh dibawa, yang lain tidak boleh. Di dalam sel ada tempat tidur, ada kamar mandi," ungkap Ursa Supit menambahkan.Ursa Supit menambahkan Raheem belum dipindahkan ke ruang isolasi. Sebagaimana diketahui, ruang isolasi adalah tahapan di mana detik-detik eksekusi bakal dilakukan terhadap terpidana mati. Seperti dikutip laman Okezone.com, Kamis (5/3/2015)"Kondisinya sehat. Belum di ruang isolasi. Masih di Lapas Besi," terang Ursa.(Fit)