RIYADH – Matatelinga, Nestapa seorang tenaga kerja wanita (TKW) asal Indonesia akhirnya menemui bagian akhir. Suwindari (26) kini bisa pulang ke Tanah Air setelah sempat “disandera” majikannya selama 12 tahun.Suwindari yang berangkat ke Arab Saudi pada 2002 ketika masih berusia 14 tahun, tak pernah diizinkan majikannya untuk pulang ke Indonesia. Usahanya meminta pertolongan akhirnya mendatangkan hasil pada akhir Februari 2015.Sekelompok tim dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Riyadh menempuh perjalanan darat 1.100 kilometer demi bisa menjemput Suwindari dari rumah majikannya di Kota Sakaka, Provinsi al Jouf.“TKW yang berhasil diselamatkan tim, Suwindari binti Subarnik Sukardi. Selama bekerja 12 tahun, dia tidak pernah diizinkan untuk pulang ke Indonesia,” ungkap Sekretaris Ketiga Chairil Anhar Siregar yang memimpin Tim Perlindungan WNI KBRI Riyadh.Kasus Suwindari ini sempat diadukan ke KBRI Riyadh oleh PJTKIS PT Kemuning Bunga Sejati, Buruh Migran Saudi Arabia (BMI-SA), dan Suwindari sendiri. Tapi, upaya lewat jalur diplomatik kandas. Dua nota diplomatik yang dikirimkan KBRI ke Kementerian Luar Negeri Kerajaan Arab Saudi pun nihil hasil.Lantaran tak ada tanggapan, tim dari KBRI memilih bergerak dan turun langsung ke lapangan. Mereka datang ke Kota Sakaka pada 26 Februari dan mendatangi Kepolisian Aziziyah, Sakaka, serta menemui petinggi polisi setempat yakni Brigjen Saud Abdulaziz al Zaban.Tim dari KBRI menyampaikan pengaduan soal Suwindari ini dan ketika disebutkan nama majikannya, Faisal Jaza Salim al Abed, Brigjen Saud mengaku kenal baik dan dikatakan, sang majikan memang punya sifat keras dan sedikit ganjil.Melalui bantuan Brigjen Saud, mereka melacak nomor telefon Faisal dan meminta Suwindari didatangkan ke Kepolisian Aziziyah. Tak berapa lama, Suwindari pun diantar majikan perempuan dan anaknya ke kantor polisi, tanpa sepengetahuan Faisal.Anak majikan Suwindari juga membawa dokumen Suwindari setelah membobol mobil Faisal. Setelah diamankan ke kantor polisi, Suwindari dibuatkan surat penyelesaian hak-hak atau mugholashoh.Memang untuk saat ini Suwindari belum bisa segera pulang ke Indonesia, lantaran paspornya sudah kedaluwarsa. Untuk sementara, Suwindari ditampung di RUHAMA (Rumah Harapan Mandiri) yang dikelola KBRI Riyadh.“Tadi anak perempuan majikan sambil menangis telefon saya, menanyakan kenapa saya harus pergi,” ujar Suwindari yang sudah dianggap seperti saudara karena tinggal bersama selama 12 tahun dan turut membesarkannya dari sekolah dasar hingga kini sudah kuliah.Ibda el Chosal, salah satu anggota tim KBRI lalu menimpali, “Ibu kamu lebih sedih menunggu kamu pulang.” Demikian dikutip laman okezone.com, Kamis (5/3/2015)(Fit)