RIAU - Matatelinga, Gadis keterbelakangan mental, sebut saja namanya Melati (16), menjadi korban pelampiasan nafsu ayah tirinya inisial Sis (52) hingga hamil enam bulan. Kejadian yang menimpa Melati terungkap ketika sang ibu membawanya berobat ke karena sakit.Ibu korban, Um, ditemui di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Riau, Rabu (11/3/2015) menyebutkan, awalnya korban enggan bercerita siapa yang telah menghamilinya. Setelah didesak, barulah Melati menyampaikan bahwa suami Um merupakan calon ayah dari cabang bayi yang tengah di kandung."Kemarin itu pas ditanya, anak saya masih diam dan susah bicara. Tadi subuh dia baru bilang kalau pelaku nya suami saya (ayah tiri Melati)," kata Um dengan raut wajah yang masih shock.Mengetahui ini, Um dan keluarga lainnya segera melaporkan ke Mapolsek Tampan Rabu pagi. Penyidik membawa Melati untuk di visum ke RS Bhayangkara Polda Riau, di Jalan Kartini."Nggak ada yang aneh dari tubuh anak saya. Cuma beberapa hari lalu dia demam. Saya bawa ke bidan, lalu bidan bilang dia sedang hamil muda," katanya.Saat kehamilan Melati belum diketahui, anaknya itu tetap bersekolah di Sekolah Luar Biasa (SLB) di Pekanbaru. Namun saat kandungannya masuk usia enam bulan, Melati tiba-tiba meminta berhenti dengan berbagai alasan."Katanya dia malas di sekolah, karena ditanya-tanya, tapi saya nggak tau ditanya tentang apa," ujar Um yang kemudian jatuh pingsan hingga digotong ke kamar penanganan pertama rumah sakit.Pengakuan Melati dengan polos, sang ayah tiri tersebut beraksi dan memaksanya agar mau melakukan hubungan badan, sewaktu rumah dalam keadaan kosong."Aku ndak ada melawan bapak. Rumah sepi, kakek tak ada, tetangga sibuk kerja. Lalu dia tiduri. Kalau berapanya aku ndak ingat," kata Melati dengan nada suara kurang lancar.Kanit Reskrim Polsek Tampan AKP Herman Pelani kepada merdeka.com membenarkan adanya laporan tersebut. Setelah mendapat laporan pihaknya langsung mencari keberadaan pelaku."Korban yang didampingi ibunya sudah memberi keterangan dan melakukan visum. Pelaku masih dicari keberadaannya," ujar AKP Herman. Dilansir laman merdeka.com, Rabu (11/3/2015)(Fit)