JAKARTA - Matatelinga, Preman insyaf, Tan Hok Liang atau lebih dikenal dengan sebutan Anton Medan mengecam pernyataan Yorrys Raweyai yang menyebut Ali Mochtar Ngabalin bukan kader asli Partai Golkar melainkan hanya kader mualaf. Penyebutan kata mualaf itu yang disesalkan Anton yang kini telah menjadi ustadz ini. Kata dia, apa hubungannya kisruh partai dikaitkan dengan mualaf. "Sangat saya sesalkan mereka dialog di TV, Ngabalin itu kan ustadz kita, dia dikatain diam kamu mualaf. Kan itu keluar dari konteks, lalu dia bilang nanti saya cari. Jadi saya katakan preman ini terbagi tiga, tingkat pemula, amatir, kalau sudah profesional duduk di parpol dan dewan ini bahaya," katanya, Kamis (12/3/2015) kemarin.Anton menyatakan, semua orang memang memiliki masa lalu, masa sekarang, dan masa yang akan datang. Tapi harusnya Yorrys tidak melakukan hal tersebut. Jika berbicara karakter keras, dia mengaku juga memiliki sifat keras tetapi harus mampu untuk meredamnya."Dia tidak bisa kontrol diri sebagai wakil rakyat kok begini," ujarnya.Menurut dia, jika memang pembicaraannya itu bertema politik sebaiknya tak perlu menyebut kata-kata mualaf. Sebagai teman dirinya mengingatkan Yorrys untuk tak mengulangi hal tersebut. Seperti dikutip laman okezone.com"Saya sebagai tokoh agama mengganggap fatal hal tersebut. Saya kecam keras sikap dan statemen Yorrys," pungkasnya.(Fit)