JAKARTA - Matatelinga, Pasca meninggalnya dua pasien di Rumah Sakit Siloam pada 2014, anggota Komisi IX DPR RI, Irma Suryani mengaku telah menggelar sidak ke perusahaan farmasi, PT Kalbe Farma. Hal tersebut lantaran adanya laporan pelabelan perusahaan obat dilakukan secara manual."Label katanya dibikin manual, padahal kan harusnya pabrikasi," jelas Irma usai diskusi mingguan Sindo Trijaya, di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Dilansir laman okezone.com, Sabtu (21/3/2015).Selain itu dalam sidak tersebut, ia juga menemukan produksi obat yang sama dalam sehari. Terlebih pihak Kalbe sendiri kata Irma, hampir selalu terlambat memperbarui akreditasi yang dikeluarkan oleh Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM)."Kita melihat obat diproduksi dihari yang sama, itu kan tidak boleh. Perusahaan obat harus mengakresitasi CPOB-nya, jangan menunggu mau habis 2-3 bulan, BPOM juga harus jemput bola," imbuhnya.Untuk itu, rencananya Komisi IX kata politikus Partai Nasional Demokrat (NasDem) itu akan membentuk panitia kerja (Panja) guna menginvestigasi RS Siloam serta PT Kalbe Farma. "Nanti usai reses kita adakan panja, dua-duanya akan kita usulkan sanksi," pungkasnya.(Fit)