BOGOR - Matatelinga, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) tak ingin berspekulasi terkait penangkapan lima terduga pendana dan perekrut kelompok Islamic State from Iraq and Syria (ISIS).Kepala BNPT, Saud Usman mengatakan, saat ini masih melakukan pengembangan terkait penangkapan lima terduga ISIS yang ditangkap di Cisauk, Tangerang; Pertukangan, Jakarta Selatan; dan Tambun Bekasi."Masih dalam pengembangan, biar penyidik yang bekerja. Pokoknya siapa orang yang menjadi dalang akan kita proses," katanya kepada wartawan, Selasa (24/3/2015).Saud mengaku belum bisa memastikan apakah akan ada penangkapan terduga ISIS selanjutnya. Terkait adanya kabar temuan Pusat Pelaporan dan Analisa Transaksi Keuangan (PPATK) yang menemukan aliran dana dari Australia untuk membiayai teroris, ia juga enggan berkomentar lebih banyak."Semua informasi akan kita kembangkan dan kumpulkan. Nanti penyidik yang akan bekerja," katanya.Sementara, pihaknya akan melakukan deradikalisasi terhadap 242 narapidana (napi) teroris yang ada di Indonesia. Bahkan dirinya telah menyediakan ruangan khusus di markas BNPT untuk para napi tersebut."Ada 48 ruangan di dua lantai. Masing-masing lantai ada 24 kamar. Fasilitasnya ada tempat tahanan, ruang bertamu, ruang petugas dan ruang konseling dari psikolog, ulama serta pakar dari berbagai pihak untuk mencoba meredikalisasi," beber Saud.Namun, ruangan tersebut belum belum bisa dioperasikan karena masih menunggu pembahasan dari pemerintah."Kita disini belum tahu persis kbijakan dari pemerintah. Masih kita lakukan pembahasan dengan kementerian dan DPR, apakah napi masuk sebelum tiga bulan atau setelah tiga bulan menjalani hukuman," pungkasnya. Demikian dilansir laman okezone.com, Selasa (24/3/2015)(Fit)