Matatelinga.com, Sejak19 April hingga 24 April, Indonesia menjamu ratusan delegasi asing dalam rangka60 tahun Konferensi Asia Afrika. Kegiatan ini berpusat di dua tempat. Pertamaadalah Jakarta Convention Center dan Gedung Merdeka,Bandung.
Mengingat ribuanorang datang, dan rata-rata orang penting di negaranya, apa sih makanan yangdisajikan Indonesia sebagai tuan rumah?
Untuk hari ketiga,Rabu (21/4/2015), makanan yang disuguhkan pada delegasi terhitung bersahajadengan perpaduan menu Barat dan oriental. Ada pasta, sayur capcay, nasi kapau,tahu gejrot, hingga salad.
Namununtuk makan siang, muncul menu-menu nusantara, misalnya sayur asem, tahu telor Surabaya, sertalumpia goreng.
Walau terlihatnikmat, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanatha Nasir mengatakan makananuntuk delegasi kurang cocok bagi lidah Indonesia. "Saya saja kemarinsampai dinner di ruang media karena rasa masakannya lebih enak," candanya.
Rupanya adapenyesuaian rasa untuk delegasi asing. Hal itu diakui oleh Kepala Koki JCC BudiSantoso. "Kita dipesan untuk tidak terlalu pedas atau terlalu gurih,"tuturnya.
Kegiatan di JCC masihberlangsung hari ini, dengan agenda pertemuan tingkat pemimpin para pemimpin 32negara anggota KAA akan membicarakan apa yang sudah dirangkum dalam pertemuantingkat dirjen dan menteri tiga hari sebelumnya. Termasuk perumusan deklarasidukungan agar Palestina segera merdeka.
Baru pada 24 April,para delegasi bertolak ke Bandung. Para pemimpin Asia Afrika bersama PresidenJoko Widodo akan napak tilas rute para pemimpin yang dulu datang ke KAA 1955.
Omong-omong, apahidangan bagi tamu negara saat napak tilas? Merujuk laporan Antara, disiapkan30 menu masakan mewakili seluruh provinsi Indonesia. Sayang, detail makanan itumasih belum dibuka oleh panitia.
Semua sajian itumasuk dalam anggaran KAA. Jika merujuk informasi Kepala Staf Presiden LuhutPanjaitan, perhelatan enam hari ini menelan dana di bawah Rp 200 miliar.Demikian dikutip laman okezone.com, Rabu (22/4/2015)
(Fit)