Matatelinga.com, Tepat pukul 00.35 WIB, 8orang terpidana mati menghadapi regu tembak. 13 Bintara polisi mengambil posisidan membidik jantung ke delapan terpidana mati. Dor, sesaat kemudian 8terpidana mati dinyatakan tewas dengan peluru menembus jantung.
Namun eksekusi dini hari tadi menyisakan cerita tersendiri bagi wanita miskinasal Filipina, Mary Jane Veloso. Mary Jane batal dihukum mati malam ini.Hukuman mati untuk Mary Jane dibatalkan di detik-detik terakhir saat regutembak sudah bersiap."Eksekusi mati Mary Jane ditunda," kata Kapuspenkum Kejagung TonnySpontana saat dihubungi wartawan di
Jakarta, Rabu (29/4/2015) dini hari.Pembatalan hukuman mati dikarenakan ada fakta baru dalam kasus Mary Jane.Sebelumnya, Maria Cristina Sergio menyerahkan diri ke kepolisian Nuefa Ecija,Filipina.Maria Cristina merupakan penyalur Mary Jane Veloso, salah satu terpidana matilantaran kasus Narkoba di Indonesia. Maria menyerahkan diri hanya berselangbeberapa jam sebelum Kejaksaan Agung Indonesia menyampaikan jadwal eksekusiyang akan dijalani oleh Mary Jane.
Mariayang memiliki nama lain yaitu Mary Christine Gulles Pasadilla ini menyerahkandiri dengan alasan takut dengan kehidupan Mary Jane setelah dia menerimaputusan hukuman mati.
Lalu siapa sebenarnya Mary Jane? Benarkah dia hanya korban trafficking?
Mary Jane Fiesta Velosolahir pada 10 Januari 1985 lalu. Mary lahir dari keluarga miskin di provinsiNueva Ecija, Filipina. Ayah dan ibunya bekerja sebagai penjual minuman kelilingdan pengumpul barang-barang bekas.
Mary Jane adalah anak bungsu dari 5 bersaudara. 3Kakak perempuannya mengenyam pendidikan sampai SMA & SMP, namun seorangkakak lak-laki tidak bersekolah sama sekali. Mary Jane sendiri hanya menempuhpendidikan sampai kelas 1 SMP.Pada tahun 2000, Mary Jane menikah di usia 16 dandari pernikahannya itu dia memiliki 2 orang anak. Kemudian berpisah darisuaminya karena suami tidak bekerja, senang berjudi dan mabuk-mabukan.Lantaran perilakunya ini, suami Mary Jane pernahdua kali mendekam di penjara. Untuk memenuhi kebutuhannya Mary Jane pernahmenjalani berbagai pekerjaan, antara lain penjual es lilin, pisang goreng dantelur ballot. Namun tetap tidak bisa memenuhi kebutuhan keluarganya.Demikian dikutip laman merdeka.com, Rabu (29/4/2015)
(Fit)