Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
46 Personel TNI Polri Razia Gabungan di Papua
Puspen TNI AD

46 Personel TNI Polri Razia Gabungan di Papua

Admin - Jumat, 01 Mei 2015 20:38 WIB
matatelinga.com
Matatelinga.com, Sebanyak 46 personelyang tergabung dalam Satuan tugas pengamanan perbatasan RI - PNG Yonif 400Raider dan Polres Keerom melaksanakan razia di jalan trans Irian, Arso Kota, KabupatenKeerom Papua, Kamis (30/4/2015).

 

Sebelummelaksanakan kegiatan razia, Kapolres Keerom AKBP Ketut Suratte menyampaikan pengarahansingkat kepada 40 personel Polisi dan 6 personel TNI termasuk Kasat Narkoba, Kasat Intel, Pasi Intel Satgas Yonif400/Raider, Sat Lantas, Sat Reskrim, danpengendali masyarakat.

 

Dalam pengarahannya AKBP Ketut memberikan penekananulang mengenai tugas masing-masing bagian dan tetap menggunakan prosedur tetapyang berlaku dalam pelaksanaan kegiatan sweeping.

 

“Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka mengantisipasitanggal 1 Mei yang merupakan hari bergabungnya Papua Barat dengan NegaraKesatuan Republik Indonesia, sebagai langkah preventif terhadap adanya upaya kelompok-kelompok yang memanfaatkansituasi dengan melaksanakan kegiatan-kegiatan yang mengganggu stabilitaskeamanan nasional khususnya wilayah di Papua”, ujarKapolres Keerom.

 

Setelahmelaksanakan sweeping dan razia,diamankan 9 sepeda motor tanpa kelengkapansurat-surat, minuman keras dan beberapa senjata tajam seperti parang dan golok, sementara barang bukti diamankan di Polres Keerom.

 

Sementaraitu Lettu Inf Sugeng Riyadi  ​Pasiintel Satgas Yonif 400/Raider, menyampaikan bahwa tanggal 1 Mei adalah hari bergabungnya Papua Barat denganNegara Kesatuan Republik Indonesia, setelah melalui tahap-tahap PEPERA (PenentuanPendapat Rakyat) yang panjang.

 

Tanggal1 Mei 1963 merupakan moment peristiwa penyerahan wilayah Irian Barat dari UNTEA(United Nationt Temporary Authority)ke Pemerintah Republik Indonesia, pada saat itu Untea di bawah PBB, berada danberkuasa di wilayah Irian Barat selama delapanbulan. Kemudian sesuai New York Agrementditetapkan bahwa wilayah Irian Barat masuk kedalam wilayah Republik Indonesia,yang ditandai dengan upacara pengibaran Bendera Merah Putih.

 

KeberhasilanPepera yang menyatukan seluruh bangsa Indonesia, adalah kemenangan untuk bangsadan Negara Indonesia dari Sabang sampai Merauke sebagai amanah Ampera (AmanatPenderitaan Rakyat)  yang di manifestasikan dalam ikrar Trikora tanggal 19Desember 1961. Hal ini pun menjadikan kekalahandari Kolonialisme Belanda dan separatis yang sampai saat ini masih mempersoalkankeabsahan Pepera tahun 1969. 

Padatanggal 1 Mei 1963 dibentuk secara resmi Provinsi Irian Barat dan pengangkatanbapak Frans Kaisepo sebagai Gubernur pertama Irian Barat, dengan tugas melaksanakan rodapemerintahan di Provinsi paling termuda di Indonesia pada saat itu, dandidukung oleh unsur-unsur sipil yang berasal dari Kontindo (Kontingen Indonesia)untuk mengisi atau disalurkan dalam instansi sipil jajaran Provinsi Irian Baratpada saat itu. (Mt)


Tag:

Berita Terkait

Nasional

Atasi Kemiskinan, Sergai Lakukan Inovasi dan Lompatan Berbagai Program Efisien

Nasional

Kepala Bakamla RI Hadiri Pembahasan Tindak Lanjut Illegal Fishing Zona Timur

Nasional

Bupati Soekirman Ajak Peserta Tingkatkan Keterampilan Untuk Menambah Penghasilan Keluarga

Nasional

Bupati Soekirman Himbau ASN Tingkatkan Pelayanan Masyarakat

Nasional

Pengunjung dan Pasien RS Royal Prima Berhamburan Keluar

Nasional

Dibanderol, Harga Emas Naik Rp599 Ribu/Gram