Matatelinga.com,Rabu (6/5/2015), lalu PDIP membuat gebrakan baru. Mereka mengumpulkan 33 ketuaDewan Pimpinan Daerah (DPD) PDIP se-Indonesi ke Jakarta. Para pimpinan partaidi daerah itu kemudian diajak menemui Jokowi di istana.
PDIPmemang termasuk salah satu elemen di pemerintahan Jokowi-JK yang belakanganaktif bermanuver terkait reshuffle. Belakangan, sejumlah politisinya makinaktif mendorong agar perombakan dilakukan secepatnya.
Sloganlebih cepat lebih baik yang dipopulerkan Jusuf Kalla pada Pilpres 2009 lalu,kembali muncul. "Daripada membuat kegaduhan politik, untuk apa juga harusmenunggu setelah hari raya Idul Fitri, lebih cepat lebih baik," katapolitikus PDIP Falah Amru, saat dihubungi, kemarin (7/5/2015).
Dengansegera diputuskan, menurut dia, pemerintah otomatis bisa segera berkonsentrasilagi melaksanakan tugas-tugasnya. Sebab, dalam pandangannya, wacana reshufflediakui atau tidak berpengaruh terhadap konsentrasi para pembantu presiden dikabinet.
Setidaknya,para menteri akan dihinggapi tanda tanya termasuk yang bakal terkena perombakanatau tidak.
"Selainitu, saya rasa presiden juga telah memiliki catatan terhadapmenteri-menterinya, mana yang baik dan mana yang harus diganti," imbuhketua Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) PDIP tersebut.
Diajuga menyinggung tentang beberapa pos yang layak untuk di-reshuffle. Selainperombakan di sejumlah posisi di tim ekonomi karena kinerja yang belummaksimal, dia sempat menyebut secara terbuka nama Sekretaris Kabinet AndiWidjajanto.
"Tapi,ini bukan desakan, hanya masukan. Sebab, bagaimanapun reshuffle sepenuhnya hakprerogatif presiden," tandas anggota Komisi VII DPR tersebut. Demikian dikutip laman jpnn.com, Jumat(8/5/2015)
(Fit)