Matatelinga.com, Presiden JokoWidodo (Jokowi) mencabut larangan wartawan asing meliput di Provinsi Papua. Kebijakanitu dinilai menguntungkan warga setempat.
Direktur Lembaga Bantuan Hukum Pers (LBH) Pers Nawawi Bahrudinmenilai, masuknya wartawan asing ke Papua akan mengungkap fakta-faktasebenarnya tentang situasi di Papua. Dengan begitu, Jokowi dinilai sedangberusaha menghapus kecurigaan terkait situasi Papua.
“Ini akan menghilangkan kecurigaan terhadap pemerintah tentangpembangunan di Papua. Semuanya akan terbuka dengan masuknya wartawan asing kesana,” ujarnya
Meski begitu, Nawawi menilai masuknya wartawan asing ke Papuabisa menimbulkan dampak negatif. Misalnya, wartawan asing berpotensi menjadikanPapua sebagai alat propaganda untuk kepentingan negeri asalnya.
“Papua dijadikan alat propaganda bisa saja. Namun, itu bisadicegah dengan cara pemerintah setempat menciptakan kondisi nyata yang baik.Jadi, tidak ada ruang untuk wartawan asing menciptakan isu mengada-ada,”pungkasnya.
Sebelumnya, pertikaian antara penduduk asli Papua dengan aparatkerap terjadi. Bahkan, sebagian berusaha memerdekakan Papua dengan caramembentuk Operasi Papua Merdeka (OPM). Presiden keenam RI, Susilo BambangYudhoyono (SBY) pernah mengatakan, akar permasalah di Papua adalah ekonomi. Kemudianpembangunan yang timpang dibanding sejumlah daerah Indonesia lainnya. Demikiandikutip laman okezone.com, Senin (11/5/2015)
(Fit)