Matatelinga.com, Jakartadan berbagai kota di Indonesia, bisa terbilang darurat akan prostitusimenggunakan layanan jasa online. Sebab, layanan tersebut semakinmarak di tengah masyarakat akhir-akhir ini.
Pelakubisnis haram tersebut juga semakin canggih dalam menjalankan bisnis tersebut.Seperti baru-baru ini yang diamankan oleh pihak kepolisian adalah, layanan jasaprostitusi online dengan bayaran selangit, sekira Rp80 juta yang dijalankanseorang mucikari (germo) berinisial RA.
Menanggapihal tersebut, Ketua Komisi VIII DPR Saleh Daulay mendesak Menteri Komunikasidan Informatika (Menkominfo) Rudiantara untuk bergerak cepat dalam menangganikasus tersebut, terlebih mengenai masalah postitusi online.
"Perlupenanganan serius dari pemerintah terkait masalah ini. Menkominfo untukmemblokir situs-situs yang diduga menjalankan bisnis tersebut," ujar Salehsaat dikonfirmasi di Jakarta, Senin (11/5/2015).
KetuaDPP Partai Amanat Nasional (PAN) juga mengaku, Menteri Sosial (Mensos) KhofifahIndar Parawansa juga harus turun tangan, lantaran faktor ekonomi yangmenyebabkan prostitusi tersebut marak di kota-kota besar seperti Jakarta.
Misalnyadikatakan Saleh, Kementerian Sosial (Kemensos) harus ada program rehabilitasiwanita rawan sosial. Di mana program ini dimaksudkan memberikan ketrampilanbagi para pekerja seks komersial.
"Karenaitu, salah satu cara menanggulanginya adalah dengan memberikan ketrampilan danmodal usaha," imbuhnya.
Sebelumnya,belum lama ini masyarakat dikejutkan oleh pembunuhan Tata Chubby alias Deudeuhyang menjalankan bisnis esek-esek lewat media sosial Twitter.
Takberhenti di kasus Deudeuh, Korps Bhayangkara pun mengungkap praktik prostitusionline di Apartemen Kalibata City.
Terlebihlagi ditangkapnya seorang mucikari berinisial RA yang menjalankan bisnis lendirtersebut dengan bayaran sangat fantastis kepada para PSK nya mulai dari kisaranRp80 juta sampai Rp200 juta. AA yang adalah PSK dari RA disebut-sebut sebagai artis layarlebar dan disk jockey (DJ). Demikian dikutip laman okezone.com, Senin(11/5/2015)
(Fit)