Matatelinga.com, Presiden Joko Widodo(Jokowi) menerima Asosiasi Industri Rekaman Indonesia (ASIRI) dan Persatuan ArtisPenyanyi, Pencipta Lagu dan Pemusik Republik Indonesia di Istana Negara. Turuthadir pula Kepala Polri Komjen Badroddin Haiti.
Di hadapan mereka, Jokowi memberikan perintah kepada Kapolri untuk menangkapdan memberantas pembajak lagu."Perintah saya kepada Kapolri, meski sudah, saya ulangi lagi di depan ibubapak semua, kita dan khususnya aparat penegak hukum harus betul-betul seriusselesaikan masalah ini," kata Jokowi di Istana Negara,
Jakarta,Senin (18/5/2015).Jokowi mengatakan, sekarang ini di Indonesia banyak menjamur praktik-praktikilegal dan mafia. Seperti masalah pencurian ikan, peredaran narkoba, mafiaberas dan termasuk juga pembajak-pembajak musik dalam jaringan mafia.Oleh karena itu, lanjut Jokowi, diperlukan sikap tegas dalam penegakan hukum.Jika dibiarkan, maka masalah-masalah yang membahayakan itu dapat dianggapsebagai hal yang biasa."Belum masalah
korupsi,juga masalah besar kita. Jangan dianggap biasa-biasa terus, tidak, ini masalahyang harus diselesaikan. Kenapa saya undang juga Kapolri di sini, saya jugaingin menegaskan bahwa ini, bukan hal yang biasa buat saya," jelas Jokowi. "Pembajakan yang terus menerus yang sudah lama, saya baca hampir tiaphari, dan biasa diselesaikan sehari dua hari sebagai hal yang basa basi bukankalau pembajakan terus menerus, penegakan hukumnya mestinya juga terus menerus.Sepertinya kuat-kuatan saja, mana yang kuat. Bosan-bosan aja, mana yang nantiakan bosan. Penegak hukumnya atau pembajak. Paling tidak harus ditekensekecil-kecilnya," tutup Jokowi.
Hadir di acara ituAnang Hermansyah, Ashanti, Vena Melinda, Yofie Widianto, Dwikie Darmawan dansejumlah musisi lainnya. Demikian dikutip laman merdeka.com, Senin (18/5/2015)
(Fit)