Matatelinga.com, PresidenJoko Widodo (Jokowi) mengundang sejumlah BadanEksekutif Mahasiswa (BEM) danbeberapa organisasi kemasyarakatan pemuda (OKP) ke Istana Negara. Hal ituterjadi dua hari sebelum aksi besar-besaran yang akan dilakukan mahasiswamemperingati 17 tahun usia reformasi Indonesia pada 20 Mei 2015.
PsikologPolitik dari Universitas Indonesia (UI) Dewi Haroen menduga, pertemuan antaramahasiswa dan Jokowi akan membuat aksi mahasiswa itu berbeda dari yang sempatdigembar-gemborkan. Sebaliknya, peringatan lahirnya reformasi akan berlangsungadem ayem dan melempem.
"Taktiknyamereka seperti itu, dengan diterima (di Istana) seperti itu (mahasiswa) akansegan, dan semua orang Indonesia kalau sudah diajak bertemu akan sungkan, enggakakan segarang seperti biasa," kata Dewi.
Dari situlah, kata Dewi,akan ketahuan niat mahasiswa tersebut melakukan aksi besar-besaran, hanya sekadarmenggertak atau benar-benar ingin memperjuangkan perbaikan rakyat Indonesia.
"Dilihathasilnya apa, agenda apa mereka itu, cuma gertak untuk mendapatkan sesuatu ataubetul berjuang. Saya menduga aksi mahasiswa kali ini tidak terlalu, biasa saja,enggak seperti diberitakan," simpulnya. Demikian dilansir lamanokezone.com, Rabu (20/5/2015)
(Fit)