Matatelinga.com, Presiden JokoWidodo (Jokowi) memilih sembilan pakar yang memiliki keahlian berbeda sebagaiPanitia Seleksi pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (Pansel KPK).Sembilan pakar tersebut merupakan perempuan.
Manyikapi hal itu, mantan penasihat KPK, Abdullah Hehamahua,meragukan kemampuan Pansel KPK bentukan Jokowi. Sebab, sebagian besar di antaramereka tidak berpengalaman dalam praktik langsung pemberantasan korupsi.
“Pilihan Pak Jokowi ini aneh. Dia memilih sembilan perempuanuntuk menyeleksi panglima perang pemberantasan korupsi. Aneh, sebab pakar itutidak punya pengalaman dalam praktik pemberantasan korupsi,” ujarnya.
Iamenambahkan, seharusnya Jokowi memadukan pakar dengan pria-pria yang aktifmemberantas korupsi. Jokowi bisa memilih Anggota Polri terbaik atau mantanPimpinan KPK.
“Apa lagi nanti ada tes wawancara calon pimpinan KPK.Bagaimana Pansel KPK mengeksplor kemampuan seseorang memimpin pemberantasankoruptor jika yang menyeleksi tidak punya pengalaman dalam praktik langsungpemberantasan korupsi?,” ucapnya.
Sebelumnya, sembilan Pansel KPK diumumkan Jokowi di BandaraHalim Perdanakusuma, sesaat sebelum melakukan kunjungan kerja ke sejumlahdaerah. Pansel itu yakni, ahli ekonomi keuangan dan moneter Destry Damayanti.Kemudian pakar hukum tata negara Enny Nurbaningsih, pakar hukum pidanaHarkrituti Harkrisnowo, ahli informasi teknologi dan manajemen Betti SAlisjahbana, dan pakar hukum piadana ekonomi dan pencucian uang Yenty Garnasih.
Selain itu, Ahli Psikologi SDM dan pendidikan Supra Wimbarti , ahlitata negara pemerintahan Natalia Subagyo, ahli sosiologi korupsi dan modalsosial Meuthia Genie Rochman, serta ahli hukum Diani Sadiawati juga dipercayasebagai anggota Pansel KPK. Dikutip laman okezone.com, Jumat (22/5/2015)
(Fit)