Matatelinga.com, PembentukanPanitia Selelsi Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (Pansel KPK)oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) beberapa waktu lalu, ditanggapi beragam olehberbagai kalangan. Anggota Indonesian Corruption Watch (ICW), Tama S Lakunmisalnya, ia meminta pansel tersebut berkomunikasi dengan pimpinan KPK saatini.
"Harapankita pansel komunikasi dengan KPK," ujarnya di Jalan Kalibata Timur IV, JakartaSelatan, Selasa (26/5/2015).
Selainitu, Tama juga mendesak pansel untuk mendalami kondisi KPK saat ini. Sebab,untuk menyeleksi Calon Pimpinan KPK,Pansel harus mengetahui kondisi KPK serta kinerjanya. Adapun tugas KPK sepertipenindakan, pencegahan, monitoring, koordinasi, dan supervisi mesti dievaluasi.
"Apayang kurang, termasuk evaluasi bagaimana lima tugas KPK," imbuhnya.
Tamamenambahkan, sembilan tokoh perempuan yang menjadi baian Pansel KPK juga harusbekerja sama dengan lembaga penegak hukum lain. Hal tersebut diperlukan untukmemahami permasalahan yang dihadapi KPK.
"Kerjasamaantarlembaga hukum, karena kalau tidak thau probelm KPK, akan sulit bagipansel," sambungnya.
Iamemastikan, pihaknya belum menemukan afiliasi yang berbahaya dalam strukturpansel. Unsur berbahaya tersebut misalnya partai politik (parpol) ataupunkoruptor.
"Sejauhini, kita lihat pansel masih oke. Memang agak eksperimen semuanyaperempuan," pungkasnya. Demikian dilansir laman okezone.com, Selasa(26/5/2015)
(Fit)