Matatelinga.com,Presiden Joko Widodo (Jokowi), resmi menunjuk sembilan perempuan untuk mengisiposisi panitia seleksi (pansel) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Salah satutim tersebut, Destry Damayanti, mengaku kriteria yang ditetapkan sebagai calonsosok pemimpin lembaga anti rasuah harus memiliki integritas serta kompetensidi bidangnya.
"Pastinya, dia harus punya integeritas dan kompetensi dibidangnya," beber Destry
Selain itu, ia menilai, calon pimpinan KPK mesti bisa berkoordinasidengan lembaga penegak hukum lainnya. Terlebih lembaga tersebut sering kalibersinggungan dengan institusi seperti Polri dan Kejaksaan.
Destry menambahkan, sosok tersebut juga harus memiliki sifatrendah hati dan berjiwa pemimpin agar mampu berkomunikasi serta mempunyaikecakapan dalam berdiplomasi. "Karena dia harus bisa koordinasi denganlembaga penegak hukum lainnya, tentunya harus humble, punya leadership bagipegawai dan pihak luar," imbuhnya.
Destry mengaku, ia tidak mempermasalahkan para pihak yangmeragukan kapabilitas timnya dalam melakukan seleksi. Ia menganggap, komposisiyang diusung oleh Jokowi sudah tepat lantaran berisi nama-nama yang ahli dibidangnya.
"Kalau dibilang tidak kompeten sebetulnya kurang tepat, ibuYenti ahli money laundring dia sudah biasa dengan pidana korupsi, ada Ibu BettyAlisahbana juga," sambungnya.
Adapun komposisi yang semuanya perempuan, lanjut Destry, jugabukan hal disengaja oleh Jokowi. Ia mengungkapkan, saat menyeleksi nama-namacalon pansel, baru ketika terpilih diketahui bahwa semua berasal dari kaumhawa.
"Tidak sengaja, pas milih nama kebetulan semua perempuan,dan tidak ada alasan khusus," ujarnya.
Hingga hari pertama pembukaan pendaftaran calon ketua KPK,pansel, kata Destry sudah menerima 11 calon dengan dua di antaranya telahmelengkapi berkas. "Sudah 11 yang daftar, tapi hanya dua yang lengkap,sisanya baru menyusul," pungkasnya. Demikian dilansir laman okezone.com,Minggu (7/6/2015)
(Fit)