Matatelinga.com, Seleksi calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)mendapat sorotan publik. KPK sebagai lembaga antirasuah di Indonesia memerlukansosok pemimpin yang profesional dan kredibel dalam memberantas korupsi.Menurutanggota Pansel KPK Yenti Garnasih, proses seleksi capim dilakukan denganmenentukan tata cara serta ketentuan yang cukup ketat. Hal ini dilakukan untukmenjamin kualitas capim yang betul-betul profesional dan kredibel dalammemberantas korupsi."Pendaftarandan tata caranya akan kita klarifikasi, khawatir ada ijazah palsu,"ujarnya kepada wartawan di Gedung KPK, Selasa (9/6/2015).Salah satucara yang ditempuh pansel untuk menjamin kualitas capim KPK adalah denganmelakukan kerjasama dengan berbagai lembaga hukum di Indonesia. Menurut Yenti,selain intensitas koordinasi dengan pimpinan KPK, pihaknya juga menjalinkerjasama dengan Polri, BIN, PPATK, hingga tokoh lintas agama."Fokusnyaya sama-sama berpikir gimana KPK kedepannya, harus lebih baik kedepannya lahya," terangnya.Integritas danprofesionalitas capim KPK, lanjut Yenti, juga harus ditopang dengan independensi.Karena itu Pansel KPK dengan tegas menolak pendaftar yang masih aktif menjadipengurus partai politik."Aturannyabukan pengurus partai, itu enggak boleh, yang penting gini, kita butuh orangyang berintegritas dan independen, enggak ada titipan-titipan, leadership,bagaimanapun komisioner kan pengendali KPK," tegasnya. Demikian dikutiplaman okezone.com, Selasa (9/6/2015) (Fit)