Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
KPAI : Indonesia Perlu Melakukan Revolusi Mental Agar Tak Ada Kekerasan Anak Lagi !!
KPAI

KPAI : Indonesia Perlu Melakukan Revolusi Mental Agar Tak Ada Kekerasan Anak Lagi !!

Admin - Minggu, 14 Juni 2015 09:52 WIB
google
Ilustrasi
Matatelinga.com, Komisioner Bidang Pendidikan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Susanto mengatakan, Indonesia perlu melakukan sejumlah revolusi mental untuk mencegah agar tidak ada anak lain yang bernasib nahas seperti Angeline yang ditemukan tewas terkubur di halaman rumahnya di Bali.

"Kekerasan terhadap anak tidak boleh dianggap remeh karena menyangkut masa depan bangsa. Negara tidak boleh kalah dengan pelaku kejahatan terhadap anak," kata Susanto melalui siaran pers diterima di Jakarta, Minggu (14/6/2015).

Susanto menyatakan, ada beberapa revolusi mental yang harus dilakukan untuk mencegah terulangnya kejahatan terhadap anak.

Pertama adalah mencegah pandangan yang memosisikan anak sebagai milik dan sah diperlakukan semaunya oleh orangtua.

Jangan ada lagi anggapan perlakuan apa pun yang dilakukan terhadap anak adalah hak orangtuanya, tanpa boleh ada orang lain yang ikut campur.

"Pemerintah daerah perlu melakukan promosi intensif tentang perlindungan anak dan memanfaatkan kelembagaan RT dan RW sebagai pelopor untuk mempromosikan hal tersebut, termasuk bagaimana membangun mekanisme pencegahan, penanganan dan pelaporan dugaan kekerasan terhadap anak," tuturnya.

Susanto menambahkan, seluruh pihak juga harus berperan dalam memberikan pemahaman kepada para calon pengantin baru tentang perlindungan anak.

Selain itu, sekolah juga harus aktif mempromosikan dan membangun komunikasi dengan orang tua mengenai perlindungan anak.

Aksi 1.000 Lilin untuk Angeline

"Orangtua juga harus memastikan, siapa pun yang mengasuh anaknya, baik pengasuh, baby sitter, kakek, nenek atau yang lainnya memahami pola pengasuhan yang ramah anak," ucapnya.

Angeline, anak yang sebelumnya dilaporkan hilang di Bali, ditemukan tewas dikuburkan di halaman rumahnya di Sanur, Bali di dekat kandang ayam. Polisi berhasil menemukan jenazahnya setelah warga sekitar melaporkan bau menyengat di sekitar lokasi.Dilansir laman okezone.com, Minggu (14/6/2015)

(Fit)


Tag:

Berita Terkait

Nasional

Hari Lahir Pancasila: Di mana Peran Mahasiswa?

Nasional

IKAN SAPU - SAPU DI DANAU TOBA: SAAT SOLUSI MENJADI MASALAH BARU

Nasional

Wartawan Matatelinga.com Raih Penghargaan PMI Labuhanbatu

Nasional

Matatelinga.com Meraih Juara Satu, Pembaca dan Pengunjung Terbanyak Pemberitaan Polda Sumut

Nasional

PWI Labuhanbatu Akan Gelar Konferensi IX, Panitia Pelaksana Terbentuk

Nasional

14 Tahun Matatelinga, Menapaki Anak Tangga Tak Perlu Harus Melompat