Matatelinga.com, Panglima TNI Jenderal TNI Dr. Moeldoko bertindakselaku Inspektur Upacara pada acara penyematan Brevet dan Jaket kepada PemimpinRedaksi (Pemred) Media dan Wartawan Senior Hankam dari berbagai media, bertempatdi Plaza Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (16/6/2015). Sebagai perwakilandalam penyematan Brevet dan Jaket yaitu Johnny Hardjojo (Pemred Koran Kota),Budiman Tanuredjo (Pemred Kompas) dan Hanibal (Wartawan Senior Hankam ANTV). Kegiatan tersebut mengambiltema “Penyematan Brevet dan Jaket kepada para Pemimpin Redaksi Media danWartawan Senior Sebagai Mitra TNI Guna Memantapkan Kemitraan dan Harmoni Media denganTNI dalam rangka Kejayaan Bangsa dan Negara”. Sebelum pelaksanaan penyematanBrevet dan pemakaian Jaket kepada para Pemred Media dan Wartawan Senior Hankam,diberikan pengenalan masing-masing matra. Matra Udara melaksanakan joy flight terbangmenggunakan Pesawat CN-235 mengelilingi kota Jakarta selama lebih kurang 30menit, take off dan landing di Lanud Halim Perdanakusuma. Sedangkan pengenalan MatraDarat dilaksanakan kegiatan menembak jarak 50 M menggunakan Senapan SS-2 V4produk dalam negeri (Pindad) Kaliber 5,56 dengan berat 4,29 Kg digunakan paraPrajurit TNI untuk lomba tembak (Brunei International Skill Arms Meet) ke-11tahun 2015 (BISAM) dan berhasil meraih Juara Umum dengan mengalahkan China,Australia, United Kingdom, New Zaeland dan United States Of America. Sementara itu, untuk pengenalanMatra Laut para Pemred Media dan Wartawan Senior Hankam melaksanakan mendayungdengan perahu karet berjarak 200 M, yang ditempuh dengan waktu tercepat 2.50menit di Danau Resapan Mabes TNI berkedalaman 5 M. Meskipun tradisi kegiatanpengenalan matra sangat terbatas, para Pemred Media dan Wartawan Senior Hankam nampak antusias dan bersemangat dalammelaksanakannya. Panglima TNI dalam amanatnya menegaskan, media merupakansalah satu aktor penting dalam mengkonstruksi realitas. Pilihan kata dan bahasa media adalah alat utamasistem senjata sosial, yang mampu menggambarkan sebuah realitas, mampumenciptakan sebuah realitas. “Dalam perspektif TNI, memahami dan menciptakansebuah realitas merupakan bagian dari strategi menjaga dan mempertahankankedaulatan serta keutuhan NKRI”, kataJenderal TNI Moeldoko. Lebih lanjutPanglima TNI mengatakan, globalisasi dengan segala implikasinya adalahrealitas, yang dapat kita prediksi bahwa koneksitas lintas batas antarkomunitas dunia bersifat reguler, dengan pola yang beragam pada semua aspekkehidupan, situasi ideologi, ekonomi, budaya, sosial-politik, teknologi,militer, pertahanan yang berkembang pada era globalisasi, merupakan dimensi-dimensiinformasi dan komunikasi, yang secara umum dibawakan oleh media massa, yangtidak saja mampu mendorong kemajuan, tetapi juga mampu menciptakan ancamanterhadap bangsa dan negara. Panglima TNIjuga menegaskan, mencermati realitas global tersebut, apapun resiko dan situasinya, harusterus meningkatkan ketahanan nasional semua komponen bangsa, menjaga kesiapsiagaan,dan membangun kekuatan dan kemampuan angkatan bersenjata, sebagai sebuahkebutuhan realitas, searah dengan keinginan membangun kesejahteraan, perdamaiandan persahabatan. Dalam kaitan tersebut, TNI danmedia merupakan 2 (dua) komponen bangsa diantara sekian banyak komponen bangsa lainnya. TNI memiliki Alutsistasebagai hard power dalam mempertahankannegara, dan media memiliki Alutsista sosial sebagai soft power dalam menciptakan realitas ketahanan nasional. Dapat dipastikan,sinergis keduanya dapat menjadi kekuatan bangsa dan Negara. Mengakhirisambutannya, Panglima TNI menyampaikan bahwa sinergitas keduakomponen kekuatan angkatan bersenjata dan kekuatan media ini, adalah jugarealitas yang ada pada negara-negara pemegang kendali globalisasi, berangkatdari pemikiran inilah, kita melaksanakan upacara penyematan Bbrevet dan Jaket kepada paraPemimpin Redaksi Media dan Wartawan Senior Sebagai Mitra TNI, denganharapan penyematan Brevet dan Jaket ini menjadi ikatanbatin, dalam membangun kesamaan persepsi dan menjalin kesamaan langkah praktis,bagi kejayaan negara dan bangsa Indonesia.(Mt)