Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
Siswa SD Di NTT Dianiaya warga
Dianiaya warga

Siswa SD Di NTT Dianiaya warga

Admin - Jumat, 19 Juni 2015 17:16 WIB
google
ilustrasi
Matatelinga.com, - Tragis, seorang siswa Sekolah Dasar (SD) di Nusa Tenggara Timur LBA (12) tewas dikeroyok warga setelah menyerempet seorang anak bernama Rahima. Saat itu LBA baru menyelesaikan ujian akhir tingkat sekolah dasar pada SD Inpres Riangrindu di Pulau Adonara.

Kapolres Flores Timur AKBP Dewa Putu Gede Artha membenarkan adanya peristiwa pengeroyokan tersebut. Dia mengatakan, kejadian itu berlangsung pada jumat (19/6/2015) di Dusun Bele, Desa Waiburak, Kecamatan Waiwerang Kota, Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur.

Sekitar pukul 09.00 WITA, LBA yang tengah mengendarai sebuah sepeda motor menuju ke sekolahnya di Desa Riangrindu untuk mendengar pengumumam hasil ujian akhir. Namun dalam perjalanannya dia tidak sengaja menyerempet Rahima di Dusun Belle, Desa Waiburak.

Tanpa melihat duduk persoalan lebih jauh, warga yang ada di lokasi kejadian, langsung menghajar LBA dan merusakkan sepeda motornya.

Dalam kondisi babak belur, LBA bersama seorang rekannya terus berjalan sampai ke rumahnya di Desa Riangmuko, yang tak jauh dari Desa Waiburak.

Namun, tak disangka, warga masih membuntuti LBA dan menghajarnya sampai sekarat. Meski sudah dalam kondisi tak berdaya, para pelaku pemukulan juga merasa belum puas.

LBA kemudian digiring ke suatu tempat, dan mendapat penyiksaan yang lebih hebat lagi dari warga tersebut, sampai tangan kanannya patah.

Warga di sekitarnya yang merasa prihatin dan iba, kemudian membawa korban ke Puskesmas Waiwerang Kota untuk mendapat pertolongan medis. Namun, kondisi korban terus memburuk, sehingga di rujuk ke RSUD Larantuka di Pulau Flores bagian timur.

Hanya saja, dalam pelayaran ke Larantuka, korban mengembuskan napas terakhir di atas kapal motor yang ditumpangi.

Kapolres Flores Timur menambahkan pada jumat (19/6/2015), Polsek Waiwerang sudah menangkap tiga orang dan dibawa ke Polres untuk dimintai keterangan.

"Namun dari hasil pemeriksaan sementara, polisi baru menetapkan KA sebagai tersangka, sementara dua orang lain dilepas karena belum cukup bukti," kata Kapolres, seperti dilansir Antara, Jumat (19/6)

Dia meminta warga yang mengetahui atau melihat peristiwa itu dapat memberikan keterangan untuk memudahkan kepolisian dalam mengembangkan kasus ini.

(Fit)


Tag:

Berita Terkait

Nasional

Wartawan Medan Dianiaya Preman Suruhan PT Universal Gloves Resmi Melapor ke Polisi

Nasional

Santri Pesantren di Selayang Trauma Berat Usai Dianiaya Temannya Sendiri

Nasional

Pengadilan Balige Tak Salah Alamat Eksekusi Lahan

Nasional

Galaxy S25 Series Telah Diakui di Level Profesional Berkat Performa Gahar, Visual Tajam dan Baterai Tahan Lama

Nasional

Pengedar Sabu asal Tebing Tinggi Transaksi dengan Personel Polres Labusel

Nasional

Ketum PW GPII Sumut : Pengembalian Institusi Polri Ke TNI/Mendagri Adalah Kemunduran Cita -cita Reformasi