Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
Korsel Bikin Tim Jajaki Kemungkinan Rujuk Dengan Korut
Korsel

Korsel Bikin Tim Jajaki Kemungkinan Rujuk Dengan Korut

Admin - Kamis, 02 Juli 2015 13:42 WIB
google
ilustrasi
Matatelinga.com,Proses unifikasi yang dilakukan Korea Selatan untuk dapat berdamai dengan Korea Utara kembali digelar serius. Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia, Cho Tai-young, mengatakan Komisi Persiapan Unifikasi yang dipimpin langsung oleh Presiden Park Geun-hye sudah terbentuk.

Perseteruan Korea Selatan dan Korea Utara terjadi 70 tahun lamanya. Setahun terakhir, Presiden Park secara serius menjajaki kemungkinan menyatukan kedua negara terpisah ideologi tersebut.

Dubes Cho juga mengatakan, pendekatan dengan Korea Utara dilakukan dalam dua hal, pertama dialog, dan yang kedua tekanan politik, walau tak dia jabarkan lebih lanjut teknisnya.

"Dua hal tersebut sangat penting. Jangan hanya berdialog saja, tapi juga harus ditekan supaya mereka tidak salah paham," imbuhnya saat ditemui di Jakarta kemarin (2/7)Dilansir laman Merdeka.com,

Korut dan Korsel terpisah pada Perang Korea pada 1950-1953. Selepas agresor Jepang angkat kaki dari Semenanjung Korea karena kalah di Perang Dunia II, Amerika Serikat dan Uni Soviet berebut pengaruh. Masing-masing negara adi daya itu menyorongkan tokoh lokalnya untuk jadi pemimpin Negeri Ginseng, memicu perang saudara. Konflik berakhir menggantung pada 1953 setelah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) turun tangan.

Hasilnya, warga sisi utara membentuk negara sosialis di bawah komando Kim Il-sung, kakek dari Kim Jong-un yang kini berkuasa sebagai pemimpin absolut Korut. Sebaliknya, warga belahan selatan semananjung membentuk republik demokratik, dipimpin I Seungman. Muncul zona demiliterisasi (DMZ), agar dua negara bisa serius melakukan gencatan senjata.

Dubes Cho menjelaskan kenapa tim reunifikasi Korea ini penting. Sampai sekarang, bangsanya tak pernah tenang karena belum pernah resmi berdamai dengan Korut. Padahal Ibu Kota Seoul yang berpenduduk 12 juta jiwa cuma satu jam perjalanan dari area DMZ di perbatasan kedua negara yang berseteru itu.

"Bisa dibayangkan kalau di wilayah Indonesia, ibu kota Jakarta misalnya, jarak sekitar satu jam, mungkin Bogor, ada musuhnya begitu banyak," ungkapnya.

(Fit)


Tag:

Berita Terkait

Nasional

Hari Lahir Pancasila: Di mana Peran Mahasiswa?

Nasional

IKAN SAPU - SAPU DI DANAU TOBA: SAAT SOLUSI MENJADI MASALAH BARU

Nasional

Wartawan Matatelinga.com Raih Penghargaan PMI Labuhanbatu

Nasional

Matatelinga.com Meraih Juara Satu, Pembaca dan Pengunjung Terbanyak Pemberitaan Polda Sumut

Nasional

Rico Waas Promosikan Kelezatan Kuliner Khas Medan

Nasional

PWI Labuhanbatu Akan Gelar Konferensi IX, Panitia Pelaksana Terbentuk