Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
Atasi Kekeringan , BNPB Siapkan Rp75 Milyar
Kekeringan

Atasi Kekeringan , BNPB Siapkan Rp75 Milyar

Admin - Sabtu, 01 Agustus 2015 10:13 WIB
google
Ilustrasi
Matatelinga.com, Kekeringan yang selalu berulang setiap tahun mengancam ketersediaan air bersih untuk memenuhi kebutuhan air penduduk. Bahkan Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara sudah defisit air sejak lama imbas musim kemarau ini.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho mengatakan saat musim kemarau di ketiga wilayah tersebut terjadi defisit air sekira 20 miliar meter kubik. Berdasarkan kajian Bappenas (2003) saja, di Jawa ada 92 kabupaten/kota yang memiliki defisit air selama 1-8 bulan, di mana 38 kabupaten/kota mengalami defisit air lebih dari enam bulan dalam setahun.

"Saat ini, kekeringan telah melanda 16 provinsi meliputi 102 kabupaten/kota dan 721 kecamatan di Indonesia hingga akhir Juli 2015. Seluas 111 ribu hektare lahan pertanian juga mengalami kekeringan. Diperkirakan kekeringan akan meluas," ungkap Sutopo dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (1/8/2015).

Berdasarkan analisis BMKG dan LAPAN, lanjut Sutopo, pada bulan Juli hingga November 2015 kondisi iklim di wilayah Indonesia terutama yang berada di bagian selatan khatulistiwa dipengaruhi El Nino Moderate. Kondisi iklim ini diprediksi akan menguat pada November 2015.

"Kondisi ini akan memberikan efek pada tingkat intensitas dan frekuensi curah hujan akan semakin berkurang dan bahkan kemungkinan awal musim penghujan 2015/2016 di beberapa wilayah akan mengalami kemunduran," jelasnya.

Dia menambahkan, 16 provinsi yang mengalami kekeringan adalah Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Bengkulu, Papua, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sumatera Selatan, Sulawesi Selatan, Lampung, Riau, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, dan Bali.

"Kekeringan paling banyak terjadi di Jawa Tengah, Lampung, Jawa Barat, Jawa Timur, Sumatera Selatan, dan Nusa Tenggara Barat. Untuk mengatasi kekeringan jangka pendek, BNPB menyediakan Rp75 miliar," tegasnya.

Menurut Sutopo, dana tersebut sebagian besar digunakan untuk membantu BPBD dalam penanganan darurat kekeringan dengan distribusi air bersih dengan tangki air, perbaikan pipa, dan pembangunan bak-bak penampungan air.

"Penanganan jangka panjang memerlukan upaya yang menyeluruh perbaikan kualitas lingkungan dan pembangunan infrastruktur keairan," tuturnya. Demikian dikutip laman okezone.com, Sabtu (1/8/2015)

(Fit)


Tag:

Berita Terkait

Nasional

Hari Lahir Pancasila: Di mana Peran Mahasiswa?

Nasional

IKAN SAPU - SAPU DI DANAU TOBA: SAAT SOLUSI MENJADI MASALAH BARU

Nasional

Wartawan Matatelinga.com Raih Penghargaan PMI Labuhanbatu

Nasional

Percepatan Penanggulangan Bencana Aceh Tamiang di Bawah Kepemimpinan Presiden Prabowo – Bukti Komitmen Nyata, Bukan Klaim Kosong

Nasional

Matatelinga.com Meraih Juara Satu, Pembaca dan Pengunjung Terbanyak Pemberitaan Polda Sumut

Nasional

Suharyanto: "Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Ditopang Pendataan Kerusakan Multisektoral