Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
Hendak Diamkan Rayyan Menangis, Kakak Tega Bekap Adiknya Dengan Bantal Hingga Meninggal
Pembunuhan

Hendak Diamkan Rayyan Menangis, Kakak Tega Bekap Adiknya Dengan Bantal Hingga Meninggal

Admin - Minggu, 23 Agustus 2015 15:27 WIB
google
Ilustrasi
Matatelinga.com, Misteri kematian bayi Rayyan Algifari yang masih berusia 4 bulan pada awal Agustus lalu, akhirnya terungkap. Awalnya, si ibu kandung Vita Apriana dicurigai yang membunuh bayi Rayyan.

Namun setelah dilakukan penyelidikan yang melibatkan semua pihak keluarga, Polres Bekasi Kota mendapati bahwa pembunuh bayi Rayyan ternyata kakak korban bernama Yeni yang masih berusia 5 tahun.

Kapolresta Bekasi Kota Kombes Daniel Tifaona pada Sabtu (22/8/2015) mengumumkan, bayi Rayyan meninggal dikarenakan di bekap sang kakak ketiga yang usianya 5 tahun.

Peristiwa terjadi, berdasarkan keterangan para saksi berawal saat Rayyan (korban) di tinggal di rumah berduaan dengan sang kakak. Saat itu, Vita hendak membeli susu untuk Rayyan di warung dekat rumah, saat itu Rayyan sedang menangis kehausan.

Di saat Vita pergi ke warung, Rayyan terus menangis kehausan. Sang kakak ketiga berupaya menenangkan adiknya. Karena terus menangis, kata keterangan saksi sang kakak mengambil bantal kecil yang ada di samping Rayyan.

Tak disangka, kakak ketiga itu membekap wajah Rayyan dengan menggunakan bantal tersebut. Rayyan yang kesulitan bernafas mengerakkan kaki dengan menggelinjangkan, dan saat itu sang Kakak ketiga mengira bahwa sang adik sudah tenang dan senang. Padahal di saat menggelinjang itulah korban kesulitan untuk bernapas. Beberapa menit kemudian korban pun berhenti menangis.

Vita sendiri sekembalinya membeli susu dari warung, kaget melihat anak bungsunya yang awalnya menangis mendadak tidur. Melihat Rayyan tubuhnya tak bergerak dan tidak menghembuskan nafas.

Melihat hal ini, Vita pun panik dengan  membawa korban ke Rumah Sakit Mitra Timur untuk mendapat perawatan. Namun sayang, tim dokter menyatakan korban telah meninggal sebelum tiba di rumah sakit

Terkait adanya  lebam biru yang ada di tangan  korban, menurut Daniel hal itu merupakan hal yang wajar. Mayat apabila terlalu lama didiamkan kata dia  akan timbul lebam dengan sendirinya. Dengan keyakinan tersebut bahwa adanya lebam di tubuh Rayyan adalah lebam mayat.

“Menurut keterangan dari saksi-saksi, korban memang tidak memiliki luka sebelum tewas. Terkait lebam itu kemungkinan timbul karena rentang waktu korban meninggal dunia dengan pemakaman agak jauh. Korban meninggal dunia pada Rabu (5/8/2015) malam, sedangkan proses pemakaman Kamis (6/8/2015) pagi ada rentang waktu sekitar 12 jam,” papar Kombes Daniel. Demikian dikutip laman jpnn.com, Minggu (23/8/2015)

(Fit)


Tag:

Berita Terkait

Nasional

Gaya Hidup Sehat Remaja: Kunci Menciptakan Generasi yang Produktif dan Berkualitas

Nasional

Membangun Manusia, Bukan Sekadar Infrastruktur

Nasional

Halte Bus Listrik di Jalan Gatot Subroto: Solusi Transportasi atau Sumber Kemacetan Baru?

Nasional

Macet Hari Ini, Harapan untuk Medan Esok Hari

Nasional

Hari Lahir Pancasila: Di mana Peran Mahasiswa?

Nasional

IKAN SAPU - SAPU DI DANAU TOBA: SAAT SOLUSI MENJADI MASALAH BARU