Matatelinga.com, Kementerian Koordinasi Politik Hukum dan Keamanan (Kemenko Polhukam) mendadak didatangi oleh Kapolri Jenderal Pol Badrodin Haiti, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo.Dari pantauan, mobil tiga pejabat negara tersebut sudah tertata rapi di halaman Kemenko Polhukam.Saat datang, Mendagri Tjahjo Kumolo mengatakan, pihaknya akan membahas terkait dua warga negara Indonesia (WNI) yang disandera oleh Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Papua New Guinea (PNG)."Iya (rapat tentang OPM) nanti Pak Menko Polhukam (Luhut Binsar Panjaitan) akan konpers setelah rapat ini," ujar Tjahjo di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Rabu (16/9/2015).Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) menyebut ada dua orang warga negara Indonesia (WNI) disandera oleh pihak yang diduga terkait dengan Organisasi Papua Merdeka (OPM) di PNG.Kedua orang yang disandera adalah Sudirman (28) dan Badar (20). Mereka bekerja sebagai penebang di perusahaan penebangan kayu di Skofro, distrik Keerom, PNG.Keduanya disandera setelah terjadi insiden penembakan di Skouwtiau. Peristiwa ini juga memakan korban seorang warga negara Indonesia lainnya yang bernama Kuba.Kemudian, Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal Endang Sodik menyatakan para penyandera meminta agar kedua WNI dibarter dengan rekan mereka yang ditahan di Polres Keerom karena terlibat kasus ganja. Dikutip laman okezone.comMenanggapi hal itu, Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi menyatakan pemerintah Republik Indonesia tak membahas soal barter dalam upaya pembebasan dua warga negara Indonesia yang saat ini disandera Organisasi Papua Merdeka di Papua Nugini.Retno menegaskan, pemerintah RI mengutuk keras penyanderaan terhadap warganya, dan tak memberikan toleransi atas tindakan semacam itu.(Fit)