Matatelinga.com, Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Musthafa Ibrahim Al Mubarak membantah, tragedi di Jalan 204 Mina pada Kamis 24 September 2015 lalu disebabkan iring-iringan keluarga kerajaan yang tengah melintas.Musthafa menjelaskan, saat ini Pemerintah Arab Saudi sudah membentuk tim investigasi untuk mencari tahu penyebab peristiwa yang menewaskan ribuan jamaah haji tersebut, termasuk dari Indonesia."Bahwa putra mahkota atas intruksi yang mulia Raja telah memerintahkan untuk melakukan investigasi secara menyeluruh. Tujuannya, untuk mencari tahu sebab terjadinya peristiwa ini. Penyelidikan masih berjalan. Mohon sabar kita menunggu hasilnya," kata Musthafa dalam diskusi publik di kantor DPP PKB, Jalan Raden Shaleh, Jakarta Pusat, Kamis (1/10/2015).Mengenai beredarnya kabar Putra Mahkota Kerajaan melintas saat terjadinya peristiwa tersebut, Musthafa mengatakan, tak mungkin itu terjadi. Pasalnya, jamaah haji VVIP sudah disediakan tempat khusus, sehingga tidak menganggu pelaksanaan ibadah haji jamaah pada umumnya."Pemerintah Arab Saudi jauh-jauh hari telah menyediakan kanal khusus bagi VVIP untuk melakukan pelemparan jamarat. Ditempatkan khusus dan tidak dicampur adukkan dengan jamaah lain. Jangan sampai VVIP menganggu ibadah jamaah haji secara umum," lanjut dia.Selain itu, spekulasi penyebab tragedi Mina akan adanya gas beracun yang tiba-tiba muncul. Musthafa membantah dengan tegas dua spekulasi tersebut. Ia juga mengatakan telah keluar izin dari Pemerintah Arab Saudi untuk memberangkatkan petugas tambahan dari Indonesia untuk membantu percepatan proses identifikasi korban."Saya telah mendapat telepon langsung dari sana, bahwa akan ada delegasi (dari Indonesia) yang akan berkunjung ke Saudi dalam memberikan bantuan para korban terutama mengetahui korban yang belum jelas identitasnya dan yang masih dirawat di rumah sakit karena luka-luka," pungkas Musthafa.Diketahui, sampai saat ini masih ada sembilan kontainer jenazah yang belum diidentifikasi. Lima kontainer ditempatkan di pemulasaraan Al-Muaishim di Mekkah dan empat sisanya telah dibawa ke tempat penampungan jenazah di Jeddah.Diduga, jumlah korban meninggal lebih banyak dari yang saat ini diberitakan. Proses identifikasi masih terus berlangsung, begitu pula proses investigasi penyebab tragedi Mina oleh Pemerintah Arab Saudi. Demikian dikutip laman okezone.com(Fit)