Matatelinga.com, Kabut asap akibat kebakaran lahan yang melanda wilayah Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, semakin pekat. Pada hari ini, jarak pandang hanya sekira 80 meter pada.
"Kabut asap pagi ini semakin parah dan tebal disertai embun. Sehingga jarak pandang sangat terbatas dan membuat sesak napas," kata seorang warga Muara Teweh, Hermanto, Sabtu (10/10/2015).
Kepala Kelompok Tenaga Teknis pada Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Muara Teweh, Sunardi, membenarkan hal tersebut. Ia mengatakan, kabut asap pada hari ini lebih parah dibanding hari kemarin dengan jarak pandang mampu mencapai sekira 200 meter.
Sementara Sekretaris Manggala Agni Pada Kantor Seksi Konservasi Wilayah IV Muara Teweh, Aswaludin mengatakan, titik panas di wilayah Barito Utara sampai Jumat 9 Oktober 2015 malam yang dideteksi oleh dua satelit, yaitu NOAA 18 dan Terra/Aqua (NASA), muncul kembali. Padahal pada hari Jumat, tidak ada titik api.
"Titik panas yang dideteksi satelit NOAA 18 di wilayah Barito Utara ada empat titik api sedangkan Terra sebanyak delapan titik api," ungkapnya.
Titik api yang dipantau melalui satelit NOOA 18 berada di wilayah Desa Baliti, Majankan, dan Kandui Kecamatan Gunung Timang serta Desa Muara Wakat Kecamatan Teweh Timur masing-masing satu lokasi.
Kemudian deteksi satelit Terra (NASA) titik panas itu dipantau di Kelurahan Montallat I Kecamatan Montallat ada enam titik panas, dan Kelurahan Tumpung Laung I Kecamatan Montallat ada satu titik api serta Desa Benangin lima Kecamatan Teweh Timur satu titik api. Seperti dilansir laman okezone.com
"Jadi titik api ini bertambah dibanding sebelumnya," pungkasnya.
(Fit)