Matatelinga.com, Pembahasan Rancangan Undang-Undang tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2016 patut diduga turut diwarnai kepentingan percaloan proyek dengan cara permainan mafia anggaran yang biasanya terjadi di pembahasan dana optimalisasi. Salah satu contoh nyata ialah operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap anggota DPR RI dari Fraksi Partai Hanura, Dewie Yasin Limpo. Dewie disebut-sebut tersandung kasus dugaan suap proyek pembangkit listrik yang terkait dengan RAPBN 2016. "Besar dana optimalisasi bergantung kepada Panitia Kerja Pendapatan dalam menekan pengeluaran pemerintah. Anggota Badan Anggaran lalu dibagi dua," ungkap Direktur Eksekutif Banggar Watch, Fahmi Hafel dalam keterangan tertulisnya, Jumat (23/10/2015). Menurutnya, mafia anggaran juga kerap menggandeng pengusaha daerah dengan imbalan mendapat proyek di daerahnya dengan cara persyaratan tender diatur agar hanya dapat dimenangkan perusahaan milik pengusaha tersebut. Dilansir laman okezone.com Fahmi mengatakan, pihaknya nantinya bakal memberi sejumlah nama anggota legislatif yang diduga banyak melakukan pengaturan, mark up proyek serta pengadaan yang menggunakan dana APBN bersama para kontraktor dan supplier yang didukung oleh departemen-departemen dan Pemda. "Banggar Watch juga mendesak agar KPK mengawasi Ketua Banggar DPR RI, Panitia Kerja Transfer Pusat mengurusi anggaran kementerian, sementara Panitia Kerja Transfer Daerah mengurusi dana alokasi umum dan dana alokasi khusus dalam penyusunan APBN 2016 yang diduga syarat akan banyaknya praktik mafia anggaran yang sedang diatur-atur oleh mereka," tukasnya. (Fit)