Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
DPR RI Reses, Baru Capim KPK Dilaksanakan

DPR RI Reses, Baru Capim KPK Dilaksanakan

Admin - Kamis, 29 Oktober 2015 07:51 WIB
google

Matatelinga.com,  Pada Sabtu (31/10/2015) mendatang DPR kembali memasuki masa resesnya. Sementara itu, pada Desember 2015 masa tugas Pimpinan KPK saat ini akan berakhir. Menurut Sufmi, baru dilakukannya tes bagi para capim KPK pada November tidak lah bermasalah.

Anggota Komisi III DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad mengatakan fit and proper test calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan dilakukan setelah reses DPR. Menurut dia, uji kelayakan dan kepatutan delapan nama itu dilakukan awal November 2015.

“Kita mau reses dan setelah reses pada awal November kemungkinan begitu agendanya. Sampai sekarang belum diputuskan di Bamus (Badan Musyawarah),” kata Sufmi, Kamis (29/10/2015).

“Ini kan kita masing-masing fraksi sudah kumpulkan data. Apa-apa saja yang mau ditanya, apa-apa yang mau disampaikan. Masih terkejar, ojo ke-susu (jangan terburu-buru),” tukasnya.

Seperti diketahui, delapan nama capim KPK telah diserahkan Presiden Joko Widodo kepada Pimpinan DPR. Sampai saat ini, Komisi III belum menerima surat dari Pimpinan DPR mengenai pelaksanaan fit and proper test tersebut.

Berikut delapan nama capim KPK yang akan diuji dan dipilih DPR, yakni Saut Situmorang (staf ahli kepala BIN), Surya Chandra (Direktur Trade Union Center dan Dosen Unika), Alexander Marwata (Hakim ad hoc Tipikor), Basaria Panjaitan (Polri).

Kemudian Agus Rahardjo (mantan Kepala LKPP), Sujanarko (Direktur Direktorat Pembinaan Jaringan Kerja sama Antar Komisi dan Instansi KPK), Johan Budi SP (Pelaksana Tugas Pimpinan KPK) dan Laode Muhammad Syarif (Lektor Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin dan Senior Adviser Partnership for Govermance Reform in Indonesia), ya g dilansir Okezone.

 

 

(Mtc)


Tag:

Berita Terkait