Matatelinga.com, Tindakan Menteri ESDM Sudirman Said mengungkap kasus pencatutan nama Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla dinilai sebagai langkah politis.“Wacana reshuffle jilid dua sekarang ini kan semakin menguat, jadi cukup beralasan gebrakan menteri ESDM ini berkaitan juga dengan rencana reshuffle agar beliau tidak diganti,” ungkap peneliti senior The Indonesia Public Institute (IPI), Karyono Wibowo, Selasa (17/11/2015).Menurutnya, selama menjabat sebagai menteri, Sudirman tidak banyak menorehkan prestasi yang gemilang. Bahkan, kebijakan Menteri ESDM dinilai tidak populis karena tidak mampu menyediakan energi yang murah bagi masyarakat bawah."Harga BBM, gas elpiji, gas alam dan tarif dasar listrik terus melonjak. Sehingga, dari sisi kepentingan masyarakat kelas menengah bawah, kebijakan Menteri ESDM Sudirman Said dinilai bertentangan dengan aspirasi mereka," tegasnya.Sebelumnya, Sudirman Said melaporkan oknum yang diduga melakukan lobi-lobi dan mencatut nama Jokowi-JK ke Majelis Kehormatan Dewan (MKD) DPR kemarin.Namun, PT Freeport Indonesia melalui Juru Bicaranya, Riza Pratama, membantah adanya oknum yang mencatut nama Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla terkait lobi perpanjangan kontrak Freeport di Indonesia. Demikian dilansir laman okezone.com(Fit)