Matatelinga.com, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli mengungkapkan bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan kembali merombak Kabinet Kerja sebelum akhir 2015. Bidang yang akan di-reshuffle, menurutnya, adalah politik dan ekonomi.Pernyataan Rizal itu langsung menuai protes dari Wakil Ketua Fraksi Partai Nasdem DPR RI, Johnny G Plate. Ia mengatakan, seorang menteri tak seharusnya mengumbar isu reshuffle yang menjadi kebijakan langsung presiden."Keputusan reshuffle kabinet menjadi domain presiden, bukan menteri atau para menteri, kecuali menteri tersebut diautorisasi oleh presiden. Sebaiknya diserahkan kepada presiden, dan kita tunggu keputusan presiden," ungkap Johnny kepada wartawan, di Jakarta, Kamis (19/11/2015).Dia berpendapat, sebaiknya para menteri Jokowi menjaga komunikasi publiknya agar tidak menimbulkan polemik. Menebak-nebak jadwal reshuffle bagi seorang menteri sama saja melebihi kewenangan sebagai pembantu presiden."Sebaiknya para menteri lebih menjaga pola komunikasi publik yang lebih positif dan menyejukkan. Kinerja dan koordinasi para menteri sektor ekonomi, investasi, industri, dan infrastruktur perlu lebih ditingkatkan," tuturnya.Sebelumnya, Rizal menyebut Jokowi akan mengganti menteri di bidang politik dan ekonomi untuk mendapatkan penguatan ke depannya. Dilansir laman okezone.com"Mungkin sebelum akhir tahun akan ada reshuffle jilid II, di mana Pak Jokowi akan memastikan siapa menteri politik dan ekonomi, sehingga terjadi tren balik arah ini yang akan berlanjut dan lebih kuat di 2016," ungkapnya, kemarin.(Fit)