Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
Melawan Aksi Terorisme Tidak Harus Dengan Balas Dendam
Teroris

Melawan Aksi Terorisme Tidak Harus Dengan Balas Dendam

Admin - Minggu, 29 November 2015 13:07 WIB
google
Ilustrasi

Matatelinga.com, Gerakan radikalisme berkedok agama yang diterapkan kelompok Islamic State Iraq and Syria (ISIS) patut diwaspadai. Pasalnya, gerakan kelompok ini telah menyentuh baik pada skala global maupun nasional.Ketua Umum DPP Laskar Aswaja, Adhi Permana mengatakan, aksi kekerasan radikal tidak harus dilawan dengan kekerasan dalam bentuk balas dendam. Sebab, dendam hanya menyisakan permusuhan yang berkepanjangan."DPP Laskar Aswaja menentang aksi teror mengatasnamakan agama, tetapi juga menolak aksi balas dendam dalam bentuk kekerasan," ujar Adhi di Jakarta, Minggu (29/11/2015).Tindakan radikalisme tersebut kata dia, dapat dicegah dengan metode persuasif dan preventif. Tindakan persuasif dapat dilakukan dalam bentuk dialog, sedangkan preventif dapat berupa edukasi dan sosialisasi secara sistematis dan masif.Oleh karenanya, Laskar Aswaja, lanjut Adhi, menggelar kegiatan Diklatsus Braja I DPP Laskar Aswaja se-Jakarta, Banten dan Jawa Barat dengan bertempat di Ponpes Sunan Kalijaga, Cisoka, Kabupaten Tangerang, Banten pada 27–29 November 2015.Kegiatan yang ini diikuti oleh ratusan peserta tersebut bertujuan membentuk Brigade Ahlussunnah Wal Jamaah (Braja). Braja nantinya akan membawa misi Laskar Aswaja untuk mengawal dan menjaga nilai-nilai Ahlussunnah Wal Jamaah yang esensinya adalah Islam rahmatan lil alamin."Untuk melawan aksi terorisme dalam bentuk tindakan kekerasan dan intimidasi tak harus dengan kekerasan, tetapi bisa dengan edukasi dan sosialisasi. Brigade Aswaja akan melakukan gerakan Islam rahmatan lil alamin ke berbagai ponpes, majelis taklim dan lembaga pendidikan lainnya," papar Adhi. Dilansir laman okezone.comMenurutnya, gerakan atau aksi-aksi teror yang dilancarkan kelompok radikali ISIS dan kelompok lainnya yang mengatasnamakan agama, jelas bukan atas dasar norma agama, tetapi pemahaman atas ajaran agama yang salah. Pemahaman dan pemikiran yang salah inilah yang harus diluruskan."Pemerintah melalui Kementerian Agama harus serius melakukan pendekatan dialogis dan memberikan porsi yang lebih pada program-program edukasi bekerjasama dengan pondok pesantren, majelis taklim dan ormas-ormas keagamaan," tukasnya.(Fit)


Tag:

Berita Terkait

Nasional

Wartawan Matatelinga.com Raih Penghargaan PMI Labuhanbatu

Nasional

Matatelinga.com Meraih Juara Satu, Pembaca dan Pengunjung Terbanyak Pemberitaan Polda Sumut

Nasional

Densus 88 Sumut Dorong Kemandirian Eks Napiter Lewat Workshop Greenpreneur Berbasis Pertanian

Nasional

Kementerian Pertahanan Mengumumkan Penghentian Tim Kontra Terorisme

Nasional

PWI Labuhanbatu Akan Gelar Konferensi IX, Panitia Pelaksana Terbentuk

Nasional

Ledakan Guncang Masjid SMAN 72 Jakarta, 54 Orang Terluka, Ada Teroris?