Matatelinga.com, Psikolog Politik dari Universitas Indonesia (UI), Dewi Haroen memandang publik sudah dibuat tak logis dalam memandang laporan Menteri ESDM Sudirman Said, ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD).Sekuat apapun pembelaan yang dikeluarkan oleh Ketua DPR Setya Novanto (Setnov) sebagai teradu, publik tetap menganggap politikus Partai Golkar itu bersalah. Kata lainnya, Setnov terhukum oleh opini publik."Setnov ini enak sebagai sasaran tembak, masyarakat Indonesia juga terbawa emosi dan lupa akar masalahnya tentang kontrak Freeport," kata DewiPadahal, masalah yang lebih lebih serius menurut Dewi adalah surat yang dikirimkan oleh Sudirman ke Chairman Freeport McMoran, James Robert Mofett. Surat itu diyakini telah memberikan angin segar bagi perusahaan Amerika Serikat itu untuk lebih lama beroperasi di Indonesia."Jadi lupa sama masalah Freeport, perpanjangan kontrak itu, kan jadi kabur bahwa ternyata Sudirman sudah mengeluarkan surat itu," tutupnya.Sementara itu sebelumnya, dalam nota pembelaannya di MKD, Setnov menanggap, aduan yang dibuat oleh Sudirman sebagai rekayasa politik yang luar biasa dahsyatnya."Saya sungguh mencermati, merasakan dan melihat, bagaimana pengaduan yang disampaikan Saudara Pengadu, sebagai bentuk rekayasa politik yang luar biasa," tuding Setnov.Kesimpulan yang disampaikan oleh Sudirman, kata dia, telah menghakiminya secara sepihak."Sidang MKD beberapa hari ini telah menjadi podium rakyat untuk menegaskan bahwa berbagai tuduhan yang dituduhkan Saudara Pengadu kepada saya ternyata terbukti sama sekali tidak benar," tegas Setnov. Demikian dilansir laman okezone.com(Fit)