Matatelinga.com, Puluhan wartawan tidak diizinkan masuk untuk meliput kegiatan Wakil Presiden Jusuf Kalla di peringatan puncak Hari Nusantara di Pelabuhan Perikanan Samudera, Lampulo, Banda Aceh, Minggu (15/12/2015).Awak media kecewa karena sudah mengantongi ID card liputan khusus yang sudah dilegalisasi Kodam Iskandar Muda dan Setda Aceh. ID card itu sudah diurus wartawan jauh hari dengan menyertakan pas foto dan fotokopi kartu pers."Tapi kok bisa kita enggak dikasih masuk, buat apa juga (kartu liputan) ini dikasih?," tukas Yayan, seorang jurnalis televisi nasional.Agus, wartawan media nasional lainnya juga mengaku kesal. "Gimana mau liputan kalau begini cerita?," tukasnya.Agus bingung karena redaksi medianya di Jakarta hanya mengutus dirinya untuk meliput kegiatan Wapres di Hari Nusantara. Sementara ia sendiri tak diizinkan masuk ke lokasi untuk meliput, meski sudah mengantongi ID card khusus."Ini sangat tidak sesuai dengan apa yang dibilang waktu brifing kemarin di humas. Kemarin perwakilan Kodam dan humas pemerintah Aceh bilang, selain kameramen dan fotografer area liputannya di ring dua. Rupanya ring dua di luar, kacau," ujarnya.Puluhan wartawan dari berbagai media yang tidak dikasih masuk oleh petugas kini bertumpuk di luar pintu pemeriksaan menuju panggung utama yang dikelilingi pagar besi.Mereka sudah beberapa kali bernegosiasi dengan petugas, namun petugas tetap tak mengizinkan masuk karena alasan tidak ada stempel merah dari Kodam Iskandar Muda di kartu liputan.Padahal dalam arahan kemarin, stempel merah hanya diberikan terbatas kepada kameramen dan fotografer yang meliput di ring satu yakni dekat panggung. Sedangkan yang tak berstempel meliput di ring dua dalam lokasi acara, bukan di luar. Demikian dilansir laman okezone.com(Fit)