Matatelinga.com, Sosiolog Universitas Terbuka (UT) Surabaya Nia Elvina menganggap sentilan pedas Presiden Joko Widodo (Jokowi) kepada Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Ferry Mursyidan Baldan saat berbicara di depan ratusan kepala desa (kades) dan lurah di Asrama Haji Donohudan, Boyolali, Jawa Tengah pekan lalu kurang tepat."Apapun dan sebesar apapun kesalahan seorang menteri seharusnya ditutupi oleh Presiden. Seyogyanya bentuk kekesalan Presiden terhadap Ferry itu diluapkan dalam rapat internal para menteri saja, bukan di depan publik seperti itu," kata Nia Kamis (31/12/2015).Menurutnya, publik melihat jika ada kesalahan dalam sebuah pemerintahan maka itu bukan pada para menteri.Nia juga mengapresiasi jika Presiden akan melakukan perombakan Kabinet Kerja dalam waktu dekat. Namun perombakan kabinet jangan disertai transaksi politik. Dilansir laman okezone.com"Boleh memilih menteri dari kalangan partai. Tapi harus kader terbaiknya. Jangan kader kacangan. Kalau tidak, dari kalangan profesional saja sekalian," tandasnya.Sementara itu, Ketua Pendiri Audit Watch (IAW), Junisab Akbar meminta Ferry yang juga politikus Partai Nasdem itu memperbaiki kinerjanya yang dinilai buruk."Kami menganalisis, sesungguhnya Ferry sudah tahu sedari awal tentang apa-apa yang disampaikan Presiden di depan banyak aparat desa. Sehingga dia tidak terkejut," tukasnya.(Fit)