Matatelinga.com, Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon mengomentari maraknya campur tangan politik dalam proses hukum yang terjadi sepanjang tahun 2015 lalu. Menurutnya, masih ada proses hukum yang dicampuradukkan dengan kepentingan politik.Ia berharap tidak ada lagi politisasi kasus hukum di tahun 2016. Kata dia, hukum tidak boleh jadi alat politik, apalagi jadi alat kekuasaan."Aparat penegak hukum juga harus semakin profesional," ucap FadliSementara kata Fadli, Indonesia juga baru saja memiliki pimpinan KPK yang baru. Dia berharap, KPK dapat bekerja lebih baik yang ditandai dengan semakin berkurangnya angka korupsi di negeri ini.Tidak hanya itu, ia meminta KPK lebih fokus kepada pencegahan tanpa melupakan langkah-langkah penindakan."KPK harus tetap kuat, independen dan jangan diintervensi kepentingan politik maupun kekuasaan dan juga tak boleh tebang pilih," tegasnya.Politikus Partai Gerindra itu berharap, sinergi antar lembaga pemerintah dapat ditingkatkan di tahun 2016. Koordinasi antara DPR dan pemerintah, harus lebih ditingkatkan, terutama dalam kuantitas dan kualitas produk legislasi. Dilansir laman okezone.com"Harus diakui target legislasi tak tercapai dan ini harus menjadi introspeksi bagi DPR dan juga pemerintah, karena legislasi adalah produk kedua lembaga," katanya.Sementara, saat ini menurut dia, ada tantangan besar yang sudah menanti di 2016. Yakni era baru berlakunya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Sebagai negara terbesar di ASEAN, MEA menjadi peluang sekaligus tantangan. Oleh karena itu konsolidasi kita sebagai sebuah bangsa harus terus ditingkatkan agar MEA dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat Indonesia."Semoga di tahun 2016 dapat tercipta pembangunan politik, hukum, dan keamanan yang lebih baik agar mendorong percepatan kesejahteraan bagi masyarakat Indonesia," pungkasnya.(Fit)