Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
Diantara Anggota Kabinet Jokowi, Jaksa Agung Paling Terburuk
Jaksa Agung

Diantara Anggota Kabinet Jokowi, Jaksa Agung Paling Terburuk

Admin - Minggu, 10 Januari 2016 10:34 WIB
google

Matatelinga.com, Sorotan tajam terus mengarah kepada Jaksa Agung HM. Prasetyo terkait kinerja buruk yang nilai publik selama ini. Praktisi Hukum Effendi Syahputra mengungkapkan, bahwa Presiden Jokowi harus secepatnya mengganti Jaksa Agung yang berasal dari Partai Nasdem ini jika ingin menumbuhkan kembali kepercayaan masyarakat terhadap kinerja Korps Adhyaksa tersebut.“Saya kira semua publik tahu dari semua anggota Kabinet saat ini Jaksa Agung adalah yang terburuk, tidak ada prestasi menonjol dan semakin jauh tertinggal dari KPK, Jaksa Agung hanya di sibuk kan menjadi bamper politik penguasa dan cawe-cawe di urusan hajar-hajaran lawan politik saja, ini bahaya kalau dibiarkan terus, merusak tatanan penegakan hukum” papar alumnus FH Universitas Sumatera Utara tersebut. Seperti dilansir melalui laman okezone.comEffendi juga menjelaskan bahwa tidak ada terobosan apapun yang dilakukan Jaksa Agung selama setahun lebih menjabat, bahkan hanya menjadi sasaran kritik banyak pihak yang secara langsung ikut melemahkan nilai posisi Jokowi sebagai Presiden.“Satu hal yang menggelikan dan sangat kentara kalau Jaksa Agung ini menjadi “boneka politik” partai penguasa adalah ketika ujug-ujug mau ikutan meriksa kasus freeport, padahal disaat yang sama ini masih menjadi domain MKD, kan seperti tidak ada kerjaan saja ini Kejaksaan Agung, dan saya rasa banyak juga Jaksa-jaksa sekarang yang malu atas tindakan-tindakan abuse of power yang kerap dipertontonkan oleh pimpinan mereka ini,” sambung Effendi.Keterkaitan erat kasus Bansos Sumut juga merupakan faktor penting untuk menjadi alasan Jaksa Agung di reshuffle. Karena menurut Effendi etika dan moralitas Jaksa Agung harus clear, agar institusi tidak terseret-seret dan tidak tersandera dengan pemberitaan negatif Jaksa Agung-nya.“Sekarang Kejaksaan Agung seperti jadi bulan-bulanan diserang pemberitaan negatif, padahal ini kan karena isu bansos yang hanya diindikasi “melibatkan” Jaksa Agung-nya, persoalan Jaksa Agung menyangkal yang itu urusan lain, tapi mana mungkin ada asap tebal kalau tidak ada Api yang besar,” tutup Effendi yang dikenal sebagai pengacara Haji Lulung tersebut.(Fit)


Tag:

Berita Terkait

Nasional

Halte Bus Listrik di Jalan Gatot Subroto: Solusi Transportasi atau Sumber Kemacetan Baru?

Nasional

Macet Hari Ini, Harapan untuk Medan Esok Hari

Nasional

Hari Lahir Pancasila: Di mana Peran Mahasiswa?

Nasional

IKAN SAPU - SAPU DI DANAU TOBA: SAAT SOLUSI MENJADI MASALAH BARU

Nasional

Wartawan Matatelinga.com Raih Penghargaan PMI Labuhanbatu

Nasional

Matatelinga.com Meraih Juara Satu, Pembaca dan Pengunjung Terbanyak Pemberitaan Polda Sumut