Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
Sudirman Said dan Rini Soemarno Layak Di Depak !!!
Reshuffle

Sudirman Said dan Rini Soemarno Layak Di Depak !!!

Admin - Senin, 11 Januari 2016 13:01 WIB
google

Matatelinga.com, Sebanyak dua menteri di Kabinet Kerja dianggap layak masuk dalam rencana reshuffle kebinet jilid dua Presiden Joko Widodo (Jokowi).Menurut Direktur Indonesia Public Institut (IPI), Karyono Wibowo mengatakan, dua menteri tersebut yakni Menteri ESDM Sudirman Said dan Menteri BUMN Rini Soemarno, sudah tak sejalan dengan prinsip Trisakti dan Nawacita. Seperti dilansir melalui laman okezone.com“Rini kerap membuat kebijakan atau setidaknya mewacanakan program dan kebijakan untuk menjual sejumlah aset BUMN. Kemudian menyarankan agar perusahaan-perusahaan plat merah masuk ke bursa saham, tanpa menghitung risiko. Jika hal itu dilakukan bisa terjadi kepemilikan saham publik akan dikuasai pemodal asing maupun swasta nasional,” kata Karyono, Senin (11/1/2016).Ia menambahkan, pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung juga menjadi salah satu program yang menurutnya tidak tepat, sehingga menimbulkan kegaduhan karena tidak menguntungkan rakyat.Sedangkan Sudirman Said, lanjut Karyono, sempat membuat kebijakan yang memberatkan rakyat, seperti pungutan dana ketahanan energi yang dipungut dari rakyat.“Belum lagi soal keputusan yang memberikan jaminan investasi jangka panjang kepada PT Freeport, yang bisa dinilai sebagai sinyal perpanjangan izin eksplorasi pertambangan bagi Freeport,” bebernya.Tak sampai di situ, wacana tata kelola ladang gas Blok Masela kata dia, tak pelak menimbulkan kontroversi, lantaran Sudirman dinilai lebih pro kepada perusahaan luar, yaitu Inpex dan Shell.“Kedua perusahaan itu menginginkan Blok Masela dikelola dengan cara offshore. Banyak pihak menilai jika pengelolaan gas di Blok Masela dengan cara offshore, kurang menguntungkan bagi negara dan masyarakat di Maluku karena tidak membawa dampak positif bagi pertumbuhan dan pengembangan wilayah," tutupnya.(Fit)


Tag:

Berita Terkait

Nasional

Jangan Lewatkan Pertandingan Arsenal vs Manchester City di Community Shield

Nasional

Gaya Hidup Sehat Remaja: Kunci Menciptakan Generasi yang Produktif dan Berkualitas

Nasional

Membangun Manusia, Bukan Sekadar Infrastruktur

Nasional

Halte Bus Listrik di Jalan Gatot Subroto: Solusi Transportasi atau Sumber Kemacetan Baru?

Nasional

Macet Hari Ini, Harapan untuk Medan Esok Hari

Nasional

Hari Lahir Pancasila: Di mana Peran Mahasiswa?