Matatelinga.com, Keberadaan PT Freeport di tanah Papua dalam menguasai tambang emas dan tembaga selama hampir setengah abad dinilai sebagai wajah baru VOC masa kini.Aktivis Solidaritas Untuk Pergerakan Aktivis Indonesia (Suropati), Ibrahim mengatakan, keberadaan Freeport saat ini tidak lepas dari para antek neoliberal yang membekinginya."Hanya ada satu jalan yaitu lawan," tegas Ibrahim dalam keterangannya di Jakarta, Senin (18/1/2016). Seperti dikutip dari laman okezone,comSebagai bentuk perlawanan itu, pihaknya bakal melakukan aksi unjuk rasa di depan Istana Wakil Presiden dan Kedubes Amerika Serikat (AS) di Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, hari ini."Tuntutan kami ialah usir Freeport dari bumi Indonesia. Rebut kembali kedaulatan tambang kita. Copot Menteri Rini Soemarno dan Sudirman Said," serunya.Selain itu pihaknya juga meminta pemerintah menghentikan impor konsentrat PT Freeport yang dianggap melanggar Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1999 tentang Minerba. "Bongkar semua skandal kongkalikong terkait Freeport," tuntasnya.(Fit)