Matatelinga.com, Pengamat intelijen, Susaningtyas Nefo Handayani Kertopati (Nuning) mengatakan, adanya jaringan teroris maupun kelompok faham radikal di Indonesia bukan sesuatu yang baru.Menurut Nuning, Indonesia memiliki sejarah pemberontakan untuk mendirikan negara di dalam negara, seperti gerakan yang pernah dipimpin Kartosuwiryo merupakan cikal bakal gerakan di masa kini.“Pengikut gerakan teroris atau kelompok radikal bukan suatu yang baru, karena dalam sejarah kita pun ada yang sejenis dengan Daulah Islamiyah (dalam lingkup nasional) yaitu gerakan Darul Islam atau NII yang pernah melahirkan berbagai gerakan pemberontakan di masa lalu,” katanya. Seperti dikutip dari laman okezone.comSehingga dirinya tidak heran apabila gerakan terorisme maupun gerakan radikal bisa subur di Indonesia. Pasalnya para simpatisan DI/NII masih ada di kalangan masyarakat.“Suatu fakta bahwa pengikut DI/NII masih hidup di antara kalangan masyarakat kita, dan apa yang disuarakan pengikut tersebut dapat mereka terima dan dukung, bahkan dianggap sebagai panggilan jihad,” pungkasnya.(Fit)