Matatelinga.com, Cendekiawan muslim Ulil Abshar Abdala menyatakan bahwa masyarakat kota saat ini cenderung melakukan banyak diskriminasi dan kekerasan terhadap kaum Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT), baik di media sosial (medsos) maupun di kehidupan sehari-hari. Hal itu tercermin dari banyaknya penghinaan atau bullying di media sosial terhadap komunitas minor tersebut. Seperti dilansir dari laman okezone.com"Menurut saya, di masyarakat perkotaan ada perkembangan baru yang beda dari masyarakat tradisional umumnya. Soal LGBT, kelompok ini diserang, diejek di medsos," kata Ulil dalam acara diskusi yang membahas masalah LGBT di bilangan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (19/2/2016).Menurutnya, bullying di medos kepada kaum LGBT memungkinkan adanya kekerasan fisik. Hal itu seperti yang terjadi pada kaum minoritas lainnya seperti Syiah, Ahmadiyah dan lain sebagainya. Karenanya, politisi Partai Demokrat itu menegaskan kepada masyarakat untuk tidak melakukan diskriminasi kepada kaum LGBT. Masyarakat boleh menyatakan ketidaksukaan atau penolakan, akan tetapi komunitas LGBT sama halnya dengan warga negara lain yang perlu dipenuhi hak-hak sipilnya."LGBT harus dihormati hak-haknya. Tantangan terbesar adalah (menghapus) diskriminasi di dalam masyarakat. Menurut saya, kita tidak bisa membiarkan bully, ejekan, terutama di kota, yang lebih terdidik. Yang saya lihat justru di masyarakat kampung tidak demikian," lanjut Ulil.Hal yang sama juga diungkapkan Wakil Ketua VIII DPR RI Fraksi Golkar Deding Ishak. Ia menyatakan, negara tak bisa mewadahi aspirasi kaum LGBT mengenai legalisasi perkawinan sejenis. Namun, jika terkait pemenuhan hak-hal dasar sebagai masyarakat sipil, maka negara wajib menanggung dan melindungi."Kalau mereka menuntut hak pendidikan, ya mereka berhak. Kalau mereka selama ini merasa dibedakan pendidikan, kesehatan, di tempat-tempat umum, maka harus dibantu. Tugas negara untuk melindungi komunitas mereka," papar Deding.(Fit)