Matatelinga.com, Ketua Komnas Anak, Arist Merdeka Sirait mengaku prihatin dengan peristiwa pembunuhan dengan cara mutilasi yang dilakukan oleh Brigadir Petrus terhadap dua anaknya sendiri yang masih kecil. Seperti dilansir dari laman okezone.com"Saya sangat prihatin melihat itu, apalagi pelaku merupakan seorang anggota Polri dan ini harus dijadikan ajang momentum evaluasi dalam merekrut (polisi)," kata Arist Arist meminta pelaku dijatuhi hukuman setimpal sebagai bentuk keadilan dan pembelajaran ke depannya. Soal kondisi pelaku yang dikabarkan mengidap Skizofrenia, Arist meminta diselidiki secara cermat."Hukuman pantas ini tindak pidana karena menghilangkan nyawa orang lain. Ini tindak pindak yang luar biasa, kalau memang dia sakit harus jadi pertimbangan hakim, tapi kalau kesadaran sendiri ini harus dihukum berat," sebutnya.Diketahui, perbuatan sadis dilakukan oleh seorang anggota polisi di Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat. Polisi yang diketahui bernama Brigadir Petrus Bakus tega memutilasi dua anak kandungnya yang masih berumur lima dan tiga tahun.Anggota Satuan Intelkam Polres Melai itu membunuh anaknya saat tengah malam di rumahnya di Asrama Polres Melawi. Setelah membunuh Febian,5, dan Amora,3, dia kemudian berencana membunuh istrinya yang saat kejadian sedang tidur pulas. (Fit)