Matatelinga.com, Panglima TNI, Jenderal Gatot Nurmantyo memastikan pihaknya telah mengirimkan sebanyak 776 prajurit bantuan kendali operasi (BKO) untuk melakukan pengejaran terhadap kelompok teroris pimpinan Santoso. Jumlah tersebut belum termasuk Babinsa, Kodim yang berada di wilayah untuk membantu kepolisian. Seperti dilansir dari laman okezone.com"BKO di Poso ada 776 prajurit, ada Babinsa, Kodim semua kepada koordinasinya ke kepolisian," ujar Gatot, di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Kamis (3/3/2016).Sementara itu, khusus untuk pasukan pemukul reaksi cepat (PPRC) TNI, bakal melakukan evaluasi terkait keterlibatan perburuan Santoso. Terlebih PPRC siap ditugaskan ke segala penjuru negeri."PPRC evaluasi ancaman apa yang paling mungkin. Operasi perang atau selain perang. Tugasnya penangkal awal yang waktunya hanya seminggu. Siap digerakkan ke segala penjuru," pungkasnya.Seperti diketahui, hingga kini perburuan Santoso masih terus dilakukan. Namun, gembong teroris di wilayah Indonesia Timur itu belum tertangkap sampai dengan saat ini.(Fit)