Matatelinga.com, Sekjen Partai Gerindra, Ahmad Muzani menilai pengerahan ribuan aparat gabungan dari TNI-Polri untuk memburu kelompok teroris di Poso, Sulawesi Tengah, berlebihan.Pasalnya, pimpinan teroris di lokasi tersebut, Abu Wardah alias Santoso hanya memiliki sekira 30 personel."Kira-kira mereka (Santoso cs) 30 orang, tapi dikerahkan ribuan pasukan. Dari sisi jumlah terlalu besar," ujar Muzani di Kompleks DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (28/3/2016).Jika tidak terlambat dalam melakukan penanganan, Muzani menyatakan tidak perlu negara mengerahkan ribuan prajurit. Sebab itu, kekuatan bersenjata dalam penanganan terorisme harus dianggap serius. Seperti dilansir dari laman okezone.com"Ini sebagai akibat penanganan yang sejak dulu agak diabaikan. Menjadi pengaman kita, kekuatan bersenjata harus dianggap serius," imbuhnya.Anggota Komisi I DPR itu menegaskan, operasi Tinombala, harus dievaluasi dalam tiga bulan ke depan. Terlebih, aparat telah menargetkan durasi operasi pengejaran Santoso itu berkalu dalam enam bulan sejak Januari 2016."Biar saja proses ini berjalan selama enam bulan, kalau belum juga tuntas mungkin perlu ada pendekatan militer. Itungan saya selama enam bulan, perlu dilakukan evaluasi tiga bulan ke depan," tukasnya.Seperti diketahui, TNI-Polri hingga kini masih terus memburu kelompok Santoso di Poso, Sulawesi Tengah. Operasi tersebut melanjutkan Operasi Camar Maleo IV yang belum membuahkan hasil menumpas gembong teroris di Indonesia timur itu.(Fit)