Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
Oalah, Rebutan Hak Asuh Malah Berujung Petaka
Hak Asuh

Oalah, Rebutan Hak Asuh Malah Berujung Petaka

Admin - Kamis, 31 Maret 2016 13:15 WIB
google
Ilustrasi
Matatelinga.com, Gara-gara rebutan hak asuh antara mertua dan menantu, Zahra Anindita Syakila bayi mungil berusia tiga minggu akhirnya meninggal, Rabu (30/3/2016) kemarin. Perebutan bayi naas itu dipicu keinginan Sulastri, mertua (nenek korban) membawa pulang Syakila dari rumah Ananda Iqbal (22), orang tua korban di Punggur ke Batuaji, Jumat lalu.Informasi yang dihimpun , petaka berujung maut terjadi ketika Sulastri (nenek korban) tidak terima saat korban dibawa orang tua korban ke Punggur dari rumah neneknya di Batuaji secara diam-diam.Sehingga nenek korban ingin menjemput cucunya untuk dibawa kembali ke Batuaji untuk diasuh. Lagian, karena masih kecil, sang nenek ingin menjaga dan merawat cucunya dengan baik.Namun sang bapak korban tidak terima. Ia melarang, sang nenek untuk memboyong cucunya atau anak Ananda ke Batuaji.Saat itulah terjadi cekcok. Akhirnya, orang tua korban emosi. Tarik menarik pun terjadi, sehingga korban cidera dan terluka.Sadar korban terluka, selanjutnya neneknya melarikan korban ke Rumah Sakit Graha Hermine untuk dirawat. Tapi sayang, akibat luka dan cidera itu akhirnya korban meninggal dunia.Berdasarkan informasi, dirumah Sulastri, diruli Kampung Harapan RT01/RW03 Batuaji. Kejadian berawal saat Ananda Iqbal bersama keluarganya datang dari Punggur hendak ingin membawa Zahra, dari rumahnya Sulastri.Memang, diketahui selama Siti mengandung serta melahirnya tinggal dirumah tersebut. Akan tetapi, pada saat Ananda bersama keluarganya itu datang, Sulastri bersama Hasudungan Sihombing tak ada dirumahnya, namun dirumah hanya Siti Aisah bersama korban sehingga langsung dibawa pulang ke Punggur.Sekira beberapa lama, Hasudungan Sihombing bersama Sulastri pun terkaget karena melihat Siti sama korban tak ada dirumahnya. Mereka berdua berpikir jika Siti dan korban sudah dibawa keluarga Ananda. Paginya itu pun mereka segara menyusul ke Kavling Punggur.Ketua RW 03 Kampung Harapan Yannuardi membernarkan kejadian tersebut. Akan tetapi, Yannuardi tak begitu tahu kronologisnya. Karena tempat kejadiannya di Kavling Punggur di sana.Dirinya merasa iba karena anak itu meninggal dunia dirumah sakit Graha Hermine. Tak itu saja, bocah itu meninggal dunia, lantaran katanya saling rebutan anak tersebut hingga meregang nyawa seperti itu."Saya tahunya bocah itu meninggal dunia tadi pagi, ketika dirawat 5 hari di rumah sakit tersebut. Klo kejadian sebenarnya di Punggur sana. Kita hanya kasihan melihat bocah itu, lagian neneknya korban warga kita sendiri," kata Ginting, dirumah duka juga.Farida, adik nenek korban tidak membantah jika korban meninggal dipicu oleh cidera saat adanya rebutan antara Sulastri dengan Ananda. Menurutnya, rebutan itu karena ayah korban membawa anaknya diam-diam saat Sulastri (nenek korban) tidak berada di rumah. Kendati saat itu, korban dibawa ayahnya diketahui oleh ibunya Aisyah. Seperti dilansir dari laman okezone.comTidak terima, Sulastri menjemput cucunya ke Punggur. Alasanya karena masih kecil dan dilahirkan di Punggur. Sulastri ingin merawat cucunya yang masih bayi sampai tumbuh menjadi balita. Tapi orang bapak korban tidak terima.(Fit)


Tag:

Berita Terkait

Nasional

Gaya Hidup Sehat Remaja: Kunci Menciptakan Generasi yang Produktif dan Berkualitas

Nasional

Membangun Manusia, Bukan Sekadar Infrastruktur

Nasional

Halte Bus Listrik di Jalan Gatot Subroto: Solusi Transportasi atau Sumber Kemacetan Baru?

Nasional

Macet Hari Ini, Harapan untuk Medan Esok Hari

Nasional

Hari Lahir Pancasila: Di mana Peran Mahasiswa?

Nasional

IKAN SAPU - SAPU DI DANAU TOBA: SAAT SOLUSI MENJADI MASALAH BARU